KITA banyak punya pribahasa tentang penghianatan. Uniknya, hal itu datang dari yang paling dekat dengan kita. Misal, “musuh dalam selimut”.
Kadang memang sulit mempercayai bahwa fakta yang terpahit dalam penghianatan adalah, karena pelakunya orang dalam, teman seiring, bahkan sahabat sendiri.
Dalam politik orang-orang semacam ini disebut “Brutus”, tokoh konspirator yang membunuh Julius Caesar, sahabatnya sendiri.
Dalam bahasa agama, orang-orang semacam ini disebut orang munafik. Melawan mereka jauh lebih sulit, sebab susah dikenali karena “warnanya” sama dengan kita. Namun serangannya sangat fatal.
Maka wajar jika ada ungkapan, “Sungguh seorang musuh yang jujur jauh lebih baik dan mudah dihadapi, daripada teman yang berbohong.”
Dalam skala luas Presiden Soekarno pernah berkata, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.”
Bahkan Presiden Amerika, Abraham Lincoln juga mengingatkan, “Amerika tidak akan hancur karena serangan dari luar. Jika kita ragu dan kehilangan kemerdekaan kita, itu karena kita menghancurkan diri kita sendiri.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
