INSPIRASI PAGI: Waspadai Brain Rot!

EVOLUSI dipengaruhi oleh kebiasaan. Namun bagaimana jika hal itu mengubah kita menjadi zombie digital? Waspada brain rot!

Istilah ini menggambarkan penurunan kemampuan kognitif seseorang akibat kecanduan konten-konten ringan, dan tidak bermanfaat (sampah) di media sosial, seperti video pendek (tiktok, reel, story dan seterusnya). Ujungnya akan membunuh otak.

Fenomena “brain rot” di kalangan generasi muda saat ini sangat mencemaskan. Sampai-sampai Oxford Word of the Year 2024, memilihnya sebagai kosa kata baru.

Hal ini dipicu saat perusahaan teknologi memahami cara kerja dopamin di otak kita, lalu mengkapitalisasinya dengan cara merancang platform yang menyuguhkan konten yang menarik dan terus menerus.

Sehingga setiap kali kita menggulir layar, melihat notifikasi atau menonton video lucu, otak kita mendapatkan dopamin kecil yang membuat nyaman. Inilah masalahnya! Sebab bikin candu. Bahayanya, ketika dopamin terlalu sering dilepas, otak menjadi kurang sensitif.

Akibatnya aktivitas yang membutuhkan usaha lebih besar seperti membaca buku, belajar keterampilan baru, atau bahkan menghabiskan waktu berkualitas dengan orang terdekat, mulai terasa membosankan, dibanding kepuasan di media sosial.

Ditambah lagi peran algoritma media sosial yang sering kali menjebak penggunanya dalam sebuah “algorithmic trap”, sehingga terus terpapar hal yang sama tanpa ada perkembangan. Yuk sadar, agar tak berevolusi jadi zombi digital!

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version