SELAIN Dajjal dan Yakjuj Makjuj, mahluk lain yang harus kita waspadai adalah kaum Demagog. Sebab, mereka bisa muncul kapan saja, tanpa harus menunggu datangnya Kiamat besar.
Biasanya para Demagog ini akan mendominasi pada tahun politik. Sebab tujuannya jelas: bikin kekacauan, bila perlu fitnah dan adu domba, asal dirinya dapat berkuasa atau proyek kepentingan lainnya. Begitu sudah tercapai, mereka diam.
Bagaimana cara mengenali Demagog, sang agitator-penipu ini? Haryatmoko, seorang pengajar program pasca sarjana filsafat Universitas Indonesia, menulis dalam Etika Politik dan Kekuasaan (Jakarta: Kompas, 2003).
1. Seorang demagog selalu mencari kambing hitam kebencian terhadap suatu kelompok tertentu ditumbuhkan, diperdahsyat identitasnya;
2. Argumen yang menjadi senjata dalam demagog biasanya ad hominem (menyerang pribadi orang) dan argumen kepemilikan kelas yang penuh kebencian..
Demagogi inilah yang kemudian memunculkan wacana kebencian terhadap pihak-pihak tertentu. Biasanya mereka berprinsip, “enemy of my enemy is my friend”, atau “musuh dari musuhku adalah teman”.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
