JURGEN Hebermas dalam teori “Pragmatik Universal dan Transformasi Masyarakat”, menggambarkan masyarakat harus dipahami sebagai campuran dari tiga kepentingan besar, yaitu pekerjaan, interaksi, dan kekuasaan.
Kepentingan bekerja (work): terkait dengan usaha-usaha menciptakan sumberdaya material.
Kepentingan Interaksi: terkait penggunaan bahasa dan sistem-sistem simbol lain dalam komunikasi.
Kepentingan Kekuasaan (power): berhubungan dengan distribusi kekuasaan dalam tatanan sosial untuk menciptakan dominasi-dominasi.
Dari ketiganya ini, kepentingan kekuasaanlah yang paling menentukan baik buruk nasib umat manusia ke depan.
Dengan kekuasaan raja-raja Mesir kuno membangun peradaban yang dimulai dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM dan selanjutnya berkembang selama kurang lebih tiga milenium atau tiga ribu tahun!
Namun dengan kekuasaan pula Kaisar Nero membuang etika ke comberan sejarah. Bahkan sengaja memanfaatkan kebakaran Besar Roma, pada 18 Juli 64, untuk memajukan agenda politiknya dengan menyiksa dan mengeksekusi kaum minoritas, karena dianggap sebagai pemberontak yang menyebabkan kebakaran.
Itulah mengapa, Plato (428/427 – 348/347 SM), filsuf Athena selama periode Klasik Yunani kuno, menyebut “Ukuran seorang manusia ditentukan dengan apa yang dia lakukan dengan kekuasaannya.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Support System
