KATA ORANG bijak, kita hanya akan dihargai saat berada di lingkungan yang tepat. Karena kita hanya akan menarik, bahkan istimewa di mata orang yang memahami dan mencintai kita.
Ada sedikit gambaran akan hal ini. Pada 1519, Hernán Cortés dan para conquistador-nya menyerbu Meksiko, yang saat itu masih terisolasi.
Penduduk di sana, yang kini dikenal dengan Bangsa Aztek, melihat orang-orang asing itu menunjukkan minat luar biasa terhadap logam kuning tertentu yang kita sebut emas.
Orang Aztek memang sangat menghargai emas. Namun seperti orang-orang dalam peradaban Mesoamerika, mereka melihat emas tidak berdasarkan nilai ekonominya sebagai alat tukar atau simbol kekayaan, tapi sebatas benda suci dan spiritual.
Bagi mereka, komoditas yang paling berharga sebenarnya adalah biji kakao, yang dipakai membayar atau membeli sesuatu.
Karena itu, bagi orang Aztek obsesi orang-orang Spanyol terhadap emas sukar mereka pahami. Apa pentingnya logam yang tidak bisa dimakan, diminum, ataupun ditenun, dan terlalu lunak untuk digunakan membuat perkakas atau senjata?
Akhirnya seperti kita ketahui, Cortés dan kekuatannya muncul di ibu kota Aztec, Tenochtitlan, di mana mereka bertemu dengan penguasa, Moctezuma II.
Setelah jatuhnya Tenochtitlan pada tahun 1521, Cortés menjadikan Mexico City sebagai ibu kota Spanyol Baru. Sebagian dari emas yang dikumpulkan Cortés dikirim kembali ke Spanyol sebagai pengakuan atas Kerajaan Spanyol dan verifikasi keberhasilan.
Ada dialog menarik ketika penduduk pribumi bertanya kepada Cortés mengapa orang-orang Spanyol sedemikian berhasrat terhadap emas, sang conquistador menjawab, “Sebab aku dan rekan- rekanku menderita penyakit hati yang hanya bisa disembuhkan dengan emas!”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Berpikir Maju
