INSPIRASI RAMADAN: Bapak Bedah Modern

PERIODE dari abad ke-8 hingga abad ke-13 Masehi biasa disebut sebagai Zaman Keemasan Islam. Pada era ini, dunia Islam melahirkan banyak sarjana yang berkontribusi besar dalam berbagai cabang pengetahuan manusia, termasuk filsafat, matematika, astronomi, dan kedokteran.

Di antara yang paling terkenal adalah Abū al-Qāsim Khalaf ibn al-‘Abbās az-Zahrāwī (dikenal sebagai Al-Zahrawi, dan dilatinkan sebagai Abulcasis).

Dari lelaki yang lahir pada tahun 936 M di El-Zahra, dekat Kordoba, Andalusia, Spanyol selatan ini, lahir karya-karya yang fenomenal sebagai ilmuwan muslim di bidang kedokteran hingga dirinya dijuluki sebagai Bapak Bedah Modern.

Dari pemikirannya lahir buku Al-Tasrif, karya yang sangat penting dalam sejarah kedokteran, karena menjadi referensi standar dalam kedokteran Islam dan Eropa selama lebih dari setengah abad.

Ensiklopedia kedokteran ini selesai sekitar tahun 1.000 M, dan terbagi menjadi 30 jilid. Setiap volume membahas aspek kedokteran yang berbeda, dan deskripsi lebih dari 300 penyakit serta perawatannya dapat ditemukan di dalamnya.

“Obat paling bermanfaat adalah kamu menyibukkan diri dengan berpikir tentang apa yang seharusnya menjadi perhatianmu, dan bukan kepada hal-hal yang seharusnya bukan urusanmu,” ujar ilmuwan yang wafat 1013 M di Kordoba ini.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version