INSPIRASI RAMADAN: Hakikat Takwa

BERHATI-HATI: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, berdoa dalam sebuah pertemuan belum lama ini. Kehati-hatian membuatnya terjaga.

ADA percakapan indah dua sahabat, yakni Umar bin Khattab RA dan Ubay bin Ka’ab tentang makna takwa. Mari simak.

Umar yang meriwayatkan atsar ini bertanya kepada Ubay, “Wahai Ubay, apa makna takwa?”

Ubay yang ditanya justru balik bertanya. “Wahai Umar, pernahkah engkau berjalan melewati jalan yang penuh duri?”

Umar menjawab, “Tentu saja pernah.”

“Apa yang engkau lakukan saat itu, wahai Umar?” lanjut Ubay bertanya.

“Tentu saja aku akan berjalan hati-hati,” jawab Umar.

Ubay lantas berkata, “Itulah hakikat takwa.”

Percakapan yang sarat akan ilmu. Bukan hanya bagi Umar dan Ubay, melainkan juga bagi kita yang mengaku manusia bertakwa ini.

Menjadi orang bertakwa hakikatnya menjadi orang yang amat berhati-hati. Ia tidak ingin kakinya menginjak duri-duri larangan Allah SWT.

Ia rela mengerem lajunya, memangkas egonya, menajamkan pandangan, menelisik sekitar, dan mencari celah jalan selamat.

Semua fungsi tubuh ia maksimalkan agar ia tak celaka. Agar sebiji duri pun tak melukai kemudian mengucurkan darah dari kakinya.

Takwa hakikatnya hati-hati. Implementasikan ini dalam kehidupan, niscaya kita selamat di dunia, lebih-lebih lagi di akhirat.

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Exit mobile version