ADA beberapa hal yang sangat menarik perhatian yang berkaitan dengan puasa,” tulis Agus Mustofa dalam bukunya: Untuk Apa Berpuasa.
Yang pertama, ia menyebut sabda Rasulullah Saw, bahwa banyak di antara kita yang berpuasa secara sia-sia. Yaitu, tidak memperoleh makna dan manfaat puasa yang sesungguhnya, kecuali hanya dapat lapar dan dahaga.
Yang kedua, penegasan Allah di dalam firman Nya, bahwa sesungguhnya berpuasa adalah lebih baik daripada tidak berpuasa, jika kita mengetahui. Hal ini dikemukakanNya dalam QS. Al Baqarah (2): 184.
Ayat tersebut menyiratkan kepada kita, betapa kebanyakan manusia tidak tahu bahwa berpuasa sesungguhnya lebih baik dan lebih bermanfaat.
Karena itu, kita mesti membongkar rahasia ini agar menjadi lebih tahu: ada apakah di balik perintah puasa.
Dan yang ketiga, puasa adalah sebentuk ibadah yang bisa mengubah kualitas jiwa seorang muslim dari “beriman” menjadi “bertakwa” hanya dalam waktu sebulan.
“Bayangkan betapa dahsyatnya “mesin proses” yang disebut Puasa Ramadan ini,” tulisnya.
Dalam buku tersebut Agus banyak mengurai secara rinci jawaban dari tiga soal di atas. Namun intinya adalah, menjalankan apa yang sudah diperintahkan dan menjauhi segala laranganNya.
Maka dari itu, mari kita bersungguh-sungguh meraih berkah Ramadan ini. Jangan lagi “toleh kanan – toleh kiri”, saat memasuki bulan mulia ini.
Dengan begitu kita akan dapat memahami mekanisme kerja “mesin” canggih itu, dan paham pula caranya mengefektifkan kinerjanya. Sehingga kita bisa benar-benar merasakan perubahan kualitas jiwa.
Jangan sampai kita lebih menyesal lagi, jika keluar dari bulan Ramadan, tapi tak memperoleh perubahan yang berarti.
Persis seperti yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad Saw di atas: cuma dapat lapar dan dahaga. Betapa sayangnya!
Bagaimana menurut Anda? (ski)
