INSPIRASI RAMADAN: Religius

LAPORAN khusus majalah CEOWORLD, 8 April 2024, menempatkan Indonesia sebagai negara ketujuh paling religius di dunia, di mana 98,7 persen responden dari Indonesia mengaku religius.

Namun, kenapa masih terjadi perilaku yang kadang melanggar hukum? Hal ini karena religiositas yang mereka miliki hanya bersifat simbolik semata, bukan religiositas substansial.

Konsep ini dijelaskan peneliti sosiologi politik yang juga dosen Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Mahatva Yoga Adi Pradana.

Religiositas simbolik itu terlihat dari identitas tampilan yang ditunjukkan, mulai dari jenis pakaian, ritual agama yang rutin dilakukan di ruang publik, bahasa yang digunakan, hingga gerak-gerik sehari-hari.

Sedangkan religiositas substansial yang berpokok pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan integritas pribadi, justru sering kali tidak muncul dalam perilaku dan aktivitas masyarakat.

Semoga melalui puasa di bulan Ramadan ini, kita dapat belajar mengendalikan keinginan-keinginan yang buruk, melatih kesabaran, dan meningkatkan kesadaran diri sehingga mampu menginternalisasi-kan religiositas substansial menjadi nilai sehari-hari.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

> Disarikan dari tulisan M Zaid Wahyudi, terbit di Kompas cetak.

BACA JUGA:  MARLIN'S WAY: Pemimpin itu Membangun & Membantu Sesama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *