Jefridin Kumpulkan Semua Stakeholder, Dorong Batam Jadi Kota Layak Anak Utama

ENGKUPUTRI, KataBatam- Kota Batam harus naik ke level yang lebih tinggi dalam hal predikat Kota Layak Anak (KLA). Setelah enam kali meraih penghargaan KLA kategori Pratama dan Nindya.

Karena itu, Pemerintah Kota Batam melakukan Koordinasi Persiapan Evalusi KLA Tahun 2023, serta Persiapan Audit Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Batam, Rabu (22/2/2023).

Tak main-main, rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas KLA Kota Batam.

Hadir dalam rapat gugus tugas dalam pengembangan KLA Kota Batam ini, para pemangku kepentingan di Kota Batam. Mulai Kantor Kementerian Agama, beberapa LM Perlindungan Anak, Fasilitator KLA Provinsi Kepulauan Riau, Forum Anak Kota Batam, Lembaga Bantuan Hukum, serta Organisasi Perangkat Daerah Pemko Batam.

“Terima kasih telah memenuhi undangan kami untuk rapat hari ini terkait KLA. Atas nama Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), kami berharap semangat yang sudah ada dari tahun lalu tetap dipertahankan dan kita tingkatkan,” tegas Jefridin

Sekadar diketahui, Penghargaan Kabupaten atau Kota Layak Anak (KLA) ini terdiri dari 5 peringkat, yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA. Penghargaan ini diselenggarakan seiring Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2023, Juli mendatang.

𝗜𝗻𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗢𝗣𝗗 𝗖𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸

Selanjutnya Jefridin menyampaikan, terkait persyaratan menjadi KLA, kepada seluruh OPD dan lembaga serta organisasi yang terlibat sesuai SK, diminta untuk menjalankan tugas dengan baik.

Dijelaskannya bahwa penilaian program KLA terhadap lima klaster untuk memenuhi kebutuhan hak anak.

Yaitu kluster Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesehatan Dasar dan Perlindungan Khusus.

“Melalui Pertemuan ini, saya meminta kerjasama dan koordinasi yang baik kepada tim dan pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam KLA, untuk dapat mengisi dan melengkapi dokumen yang memuat kebijakan, program dan kegiatan sesuai dengan indikator,” ujarnya.

Selanjutnya kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Novi Harmadyastuti, Jefridin instruksikan turut memantau penginputan data dari tiap- tiap OPD, sehingga Batam dapat melebihi peringkat Nindya yang diraih pada tahun sebelumnya.

“Terkait masalah ruang bermain ramah anak (RBRA) di Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam terima kasih sudah menganggarkan perbaikan Taman Cemara Asri Kota Batam,” ujarnya.

𝗠𝗮𝗿𝗲𝘁 𝗦𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗥𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴

Dalam kesempatan tersebut, Jefridin membahas secara langsung kelengkapan data pendukung KLA dari masing- masing OPD di antaranya Dinas perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan dan sebagainya.

“Yang jelas awal bulan Maret semuanya sudah rampung dan kita adakan rapat evaluasi sebelum Maret supaya jika masih ada perubahan kita masih punya waktu,” terang Jefridin.

Ia menambahkan seluruh OPD yang tergabung dalam gugus tugas KLA harus bersungguh-sungguh untuk memaksimalkan dalam mengisi penilaian indikator dalam KLA, agar pencapaian dapat meningkat dibanding tahun lalu.

“Masukan dari peserta rapat sudah kita catat dan akan ditindaklanjuti sesuai tugas masing- masing. Terakhir saya minta gugus tugas yang terlibat untuk saling berkoordinasi dalam memantapkan penilaian ini,” tutup Jefridin

Jefridin turut mengucapkan terima kasih atas keterlibatan Fasilitator KLA Provinsi Kepri, Forum Anak Kota Batam, Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron, LM Yayasan Embun Pelangi, LM Rumah Faye, Komisi Keadilan Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Batam, atas kepedulian terhadap Kota Batam mewujudkan Batam sebagai Kota Layak Anak.

“Semoga sinergitas bersama seluruh stakeholder ini dapat menyatukan komitmen bersama agar lebih meningkatkan peran serta untuk mewujudkan kota Batam, kota yang layak dan ramah anak yang merupakan tugas kita bersama,” ucap Jefridin. (ski)

Exit mobile version