News  

Memoar Seorang Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (4-Habis)

Terabas Dengungan para Penyinyir, Tetap Bekerja Lebih dari Biasa

MEMBACA tulisan Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM) di akun facebook-nya, dengan tajuk Catatan Pelepas Penat 6, “Mencari Salah Dalam Pusaran Covid-19 dan Konstelasi Politik”, bagai menyaksikan kisah pergulatan Perdana Menteri Inggris Sir Winston Leonard Spencer-Churchill dalam film Darkest Hour.

Dalam film tersebut diungkap bangaima Churchill saat menjadi Perdana Menteri Inggris di era perang dunia kedua, harus menangkis dan melawan “musuh-musuh” dalam negerinya sendiri, dan juga beberapa peragu dan pembencinya di beberapa negara Eropa lain.

Intrik semacam ini jamak dialami seorang politisi dan pemimpin. Karena itu perlu kesabaran ekstra untuk menghadapinya.

“Yang tak kalah menyakitkan, berbagai ikhtiar dan kebijakan yang bertujuan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat, malah dinyinyiri bahwa semua itu atas dasar kepentingan politis, untuk bekal Pilkada mendatang,” tulis HAM.

Sungguh, lanjutnya, dalil demi dalil yg dipaparkan itu cukup menyakitkan. Padahal, semua yang dia lakukan membantu Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR), berdasar tanggung jawab utk memastikan masyarakat terlindungi dari pandemi.

“Inilah dinamika yang kami hadapi. Memang, kritik dan masukan sangat kami butuhkan sebagai suplemen kebijakan, sehingga tepat sasaran. Namun kami juga butuh energi penyemangat kebijakan berupa dukungan,” jelasnya.

Karena walikota dan wakil walikota tidak bekerja untuk satu pihak saja. Namun bekerja berdasarkan kepentingan semua golongan dan semua masyarakat Kota Batam.

Selanjutnya HAM menulis:

Seandainya kita melihat tungkus lumus para dokter dan tenaga medis dengan berpakaian hazmat (APD) di rumah sakit atau di lapangan saat penyisiran; atau jika kita mengamati bagaimana RT/RW, Babinsa, Babinkantibmas atau lurah dan camat menyusuri lorong-lorong rumah warga mengantar sembako.

Atau bagaimana tim terpadu malam hari menelusuri kota ini, serta bagaimana petugas pemakaman harus bertungkus lumus mengurus jenazah; maka saya kira bijak kita berkata “Kalau tak bisa membuat mudah, setidaknya janganlah membuat susah”.

Benar, itu semua tugas pemerintah dan kami sangat siap dengan berbagai konsekuensi untuk melayani.

Sejatinya, kami ditakdirkan untuk mengurusi dan hadir di berbagai persoalan masyarakat.

Mari, lepaskan penat ini, kita bersama se-iya sekata demi Batam yang lebih baik.

Kami bekerja untuk masyarakat, sehingga kami berharap masyarakat juga mendukung semua kebijakan yang telah dilaksanakan, lepas dari berbagai keterbatasan yang kami miliki.

Ingat kawan, kebijakan ini bukan pemikiran pribadi, namun berdasarkan pemikiran warga yang terwakili.

Tujuan kita satu, agar Batam mampu lepas dari cengkeraman virus corona ini. Mari, kita sama-sama melangkah ke arah yg lebih baik dan sebarkan optimisme kepada semua anak bangsa.

Jangan lupa, tetap ikuti imbauan pemerintah; pakai masker saat keluar rumah, selalu jaga jarak, cuci tangan dengan sabun, dan olahraga yg teratur. Memang, setelah belajar dari kondisi, saya pun akhirnya mengarifi bahwa di masa wabah, ternyata pemerintah selalu salah.

Semoga kita senantiasa terlindungi dari Corona, dan kembali beraktivitas normal seperti sebelumnya.

# saya percaya, kita bisa bekerja lebih dari biasa. ***

Exit mobile version