WALI KOTA Batam-Kepala BP Batam H Muhammad Rudi (HMR) sudah bertemu pendiri Thumbay Group, Dr. Thumbay Moideen, yang berencana berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang Batam.
Di kawasan ini, BP Batam menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk membangun Universitas Kesehatan di Sekupang Batam.
“Kami sudah ketemu dengan presiden direktur Thumbay Group membicarakan secara detail tentang investasi pembangunan universitas medical Batam yang pertama di Indonesia, tentu kita harap ada kunjungan kembali dari mereka ke Batam, untuk pembicaraan lebih detail. Kalau pembicaraan kedua belah pihak tadi sudah mengarah. Mudah-mudahan, mohon doa semua.” ungkap HMR.
Selain KEK di Sekupang, Batam sudah memiliki dua kawasan khusus yang sudah berjalan yakni KEK Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT).
KEK NDP dikelola oleh PT Taman Resor Internet (Tamarin) memiliki luas lahan 166,45 hektare. Sedangkan KEK MRO BAT dikelola oleh PT Batam Teknik dengan luas lahan sekitar 30 hektare di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Dua KEK yang berada di Kecamatan Nongsa tersebut diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Batam. Ditargetkan untuk KEK NDP ditargetkan bisa menyerap 16.500 tenaga kerja, saat ini sudah terserap 1.395 tenaga kerja.
Sedangkan untuk KEK MRO BAT ditargetkan bisa menyerap 9.976 tenaga kerja hingga tahun 2025 mendatang.
“Nilai investasi nya untuk KEK NDP sekitar Rp 16 triliun. Sedangkan untuk investasi KEK MRO BAT sekitar Rp 6,2 triliun,” katanya. ***
