ENGKU PUTRI, KataBatam– Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), meminta warga mewaspadai wabah cacar monyet atau monkey pox.
Imbauan tersebut dimuat dalam Surat Edaran Wali Kota Batam, Nomor 48, Tahun 2022, Tanggal 24 Agustus 2022, tentang Kewaspadaan Penyakit Monkey Pox di Kota Batam.
Sekadar diketahui, cacar monyet ini sebenarnya belum ada di Kota Batam. Meski begitu, HMR minta tetap waspada, tapi tidak panik. Mengingat cacar monyet hanya terjadi melalui kontak erat manusia dengan manusia.
Adapun gejalanya meliputi, sakit kepala, demam akut >38,5°C, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri otot/myalgia, sakit punggung, asthenia (kelemahan tubuh), juga ruam pada kulit, nyeri otot dan kelelahan.
Selanjutnya pada poin G, di SE tersebut, HMR meminta Dinas Kesehatan Kota Batam memantau dan melaporkan jika ada kasus yang ditemukan sesuai dengan definisi operasional.
Ia juga minta agar menindaklanjuti laporan penemuan kasus dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dengan melakukan investigasi dalam 1×24 jam, termasuk pelacakan kontak erat, serta menyebarluaskan informasi tentang cacar monyet kepada masyarakat.
Khusus untuk Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, diminta melaporkan bila menemukan hasil laboratorium konfirmasi cacar monyet, kemudian ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan Dinas Kesehatan Kota Batam.
Selanjutnya, agar selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Rujukan, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan dalam melakukan pemantauan berupa pemeriksaan spesimen untuk deteksi kasus cacar monyet.
Terakhir, HMR meminta warga Batam waspada dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan lingkungan akan menjadi langkah preventif atau pencegahan yang efektif untuk terhindar dari cacar monyet.
Ia berharap, warga Batam tetap menjaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari penyebaran cacar monyet. Menurutnya, menjaga kebersihan itu berawal dari diri sendiri. (ski)
