BATAMCENTRE, KataBatam- Menjelang waktu berbuka puasa, umumnya masyarakat Indonesia akan keluar rumah, cari takjil dan makanan berbuka puasa sekalian ngabuburit.
Hal ini juga dilakukan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin. Namun caranya sangat unik bahkan tak biasa.
Betapa tidak, dalam aktivitasnya Jefridin tak hanya milih makanan, namun ikut juga jadi koki dadakan.
Seperti yang ia lakukan saat ngabuburit sambil mencari takjil di Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (25/3/2023) tepatnya hari ke-3 Ramadan 1444 Hijriah.
Rupanya mantan lurah Tanjunguma ini tertarik berbuka dengan roti canai atau prata milik Raja Muhammad Zein yang sudah lama menjadi favorit keluarga ketika mereka masih tinggal di Tanjunguma.
Saat mampir ke lapak tersebut, rupanya suami Hj Hariyanti Jefridin ini tak ingin hanya membeli, namun juga ikut menggorengnya.
Hal serupa ia ulangi lagi pada keesokan harinya, Minggu (26/3/2023) saat ngabuburit sambil cari lauk berbuka di Kampung Anggas, masih di Tanjunguma.
Di sana Jefridin tertarik mencicipi ikan bakar khas Tanjunguma yang lezat itu. Ia pun masuk ke kedai milik Raja Keman. Lagi-lagi Jefridin ikut membakar ikan pilihannya sampai matang.
Dalam budaya pemasaran kuliner, yang dilakukan Jefridin ini dinamakan food experience atau pengalaman kuliner.
Di kota-kota besar justru penjual makanan-lah yang melakukan strategi seperti ini: mengajak pengunjung terlibat menyiapkan makanan. Tujuannya untuk membangun kepuasan pembeli, khususnya wisatawan.
“Saya kebetulan suka masak. Sehingga selalu tertarik masak sendiri saat ke warung makanan,” jelas Jefridin.
Memang benar, selain piawai menyusun anggaran di Pemerintah Kota Batam, Jefridin cukup piawai memasak.
Di rumahnya, ia sering memasak sendiri mie sagu, kuliner selingan makanan khas masyarakat di Riau, khususnya Selatpanjang, tanah kelahirannya. “Kami suka kalau papa masak. Rasanya enak,” puji Wildan, sang putra. (ski)
