MOZAIK RAMADAN: Ratusan Warga Antre Masuk ke Kampung Ramadan Masjid Sukajadi

PENGUNJUNG Bazar Kampung Ramadan di Masjid Bukit Indah Sukajadi, menukar kupon.

BATAMKOTA, KataBatam- Luar biasa suasana Bazar Kampung Ramadan di Masjid Bukit Indah Sukajadi, Batamkota, Kota Batam. Setiap hari ratusan warga Batam antre agar bisa menyerbu aneka takjil dan makanan berbuka.

Kamis (30/3/2023) sore, atau 8 Ramadan 1444 Hijriah, ratusan warga dari berbagai wilayah Kota Batam, tampak sudah datang di awal sore agar bisa menjajal aneka makanan dan minuman segar untuk berbuka, yang tersedia di sana.

Untuk menikmati aneka makanan dan minuman segar, warga hanya perlu menukarkan kupon yang dibagikan panitia, senilai Rp20 ribu, dengan pecahan Rp5 ribu.

Warga yang datang diharuskan mengikuti tata tertib yang ada. Misalnya, transaksi di bazar ini diutamakan yang memiliki kupon yang disediakan panitia dibandingkan dengan membeli dengan uang sendiri.

Kupon tersebut hanya dapat ditukar setelah Salat Magrib berjemaah. Sedangkan untuk warga lanjut usia dan ibu hamil, bisa langsung menemua panitia tanpa harus antre.

Pantauan KataBatam di lokasi, sejak pukul 17.00 sore, warga tampak sudah berdatangan ke lokasi. Adapun kupon dan pembuka puasa dibagikan panitia pukul 17.30 Wib.

Warga pun tampak tertib dan teratur saat. Antrean dibagi menjadi tiga baris, baris pertama dan kedua untuk laki-laki, sedangkan baris ketiga untuk perempuan.

Untuk tempat berbuka puasa, antara golongan perempuan dan laki-laki memiliki tempat berbeda yang telah disediakan panitia.

Setelah berbuka puasa dengan air dan takjil, warga mulai bersiap-siap untuk Salat Magrib berjamaah. Setelah itu, baru bisa menukar kupon dengan makanan dan minuman yang diinginkan.

Di bazar ini, terdapat puluhan gerai yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman. Harganya mulai Rp5 ribu hingga Rp20 ribu, sesuai nilai kupon yang ada.

“Kalau sistem kupon kan lebih bagus, orang yang datang bisa menukarkan kupon dengan makanan dan minuman kesukaannya. Jadi makanan juga tak terbuang dengan alasan tak selera,” ungkap Isti, salah seorang warga Perumahan Marchelia, yang datang bersama kedua anaknya.(sur)

Exit mobile version