SAGULUNG, KataBatam- Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, langsung masuk ke episentrum masyarakat Kecamatan Sagulung untuk memberi solusi.
Hal ini tampak saat keduanya menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sagulung di Lapangan Futsal SP Plaza, Senin (5/2/2024) malam.
Tak hanya duduk di meja, HMR tampak berdiskusi langsung di tengah kerumunan warga. “Mudah-mudahan, aspirasi yang diusulkan masyarakat bisa terealisasi,” harapnya.
Adapun, usulan masyarakat tersebut sudah disampaikan melalui Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan, dan nantinya akan kembali dibahas di tingkat kota, hingga Provinsi Kepri.
HMR menekankan, usulan masyarakat sangat penting agar pembangunan di Batam sesuai dengan keinginan masyarakat.
“Saat ini, kami sedang fokus membangun demi meningkatkan perekonomian dan memberikan dampak kesejahteraan masyarakat,” katanya.
𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬 𝟐𝟎 𝐔𝐬𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐒𝐤𝐚𝐥𝐚 𝐏𝐫𝐢𝐨𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐍𝐨𝐧 𝐏𝐒𝐏𝐊
Musrenbang Tingkat Kecamatan Sagulung Tahun 2024 ini membahas 20 skala prioritas usulan untuk rencana kerja perangkat daerah (RKPD) Tahun 2025.
Usulan skala prioritas pertama yang diusulkan adalah pembangunan 1 unit Puskesmas. Adapun lokasi yang sudah disiapkan yakni Perum Grenn View RT 11/RW 21 Kelurahan Tembesi. Berikutnya usulan peningkatan jalan Putri Hijau dan pelebaran jalan Dapur 12.
Berikutnya melalui Dinas Pendidikan Kota Batam, masyarakat juga mengusulkan revitalisasi ruang kelas SMP Negeri 61 Batam sebanyak 6 kelas.
Selanjutnya pembangunan ruang kelas baru di SMP Negeri 59 dan SMP Negeri 60, masing-masing lima kelas.
Tentunya dari 20 skala prioritas ini, tidak seluruhnya akan diakomodir. Karena akan disesuaikan dengan prioritas dan ketersediaan anggaran yang ada di Pemko Batam.
Terkait hal tersebut, Sekda Jefridin meminta pengertian masyarakat Kota Batam khususnya masyarakat Kecamatan Sagulung.
“Jika apa yang sudah diusulkan tidak terealisasi pada tahun 2025, itu disebabkan belum tercukupinya anggaran Kita untuk membangun itu semua. Karena untuk mengakomodir seluruh usulan diperlukan anggaran mencapai Rp15 triliun,” katanya memberi pengertian.
Untuk itu, Ia mengajak masyarakat Kota Batam menjaga agar Batam aman, nyaman dan kondusif. Sehingga orang ramai datang ke Batam, baik Wisman domestik maupun mancanegara.
Pastinya mereka akan menginap di hotel dan makan di restoran. Dari sana akan diperoleh pajak, uang ini lah yang digunakan untuk melanjutkan pembangunan di Kota Batam. (ski)
