Rempang Eco-City Dapat Menyerap 306 Ribu Tenaga Kerja: Anak Muda Batam, Ayo Bersiap

𝑇𝑎𝑘 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑏𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎, 𝑝𝑎𝑟𝑎 𝑝𝑒𝑚𝑢𝑑𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑏𝑒𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑘ℎ𝑢𝑠𝑢𝑠 𝑎𝑔𝑎𝑟 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑠𝑖𝑎𝑝 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑖𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑑𝑢𝑠𝑡𝑟𝑖 𝑘𝑒 𝑑𝑒𝑝𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎…

BATAMCENTER, KataBatam – Pemerintah Republik Indonesia menargetkan, pengembangan Kawasan Rempang Eco-City dapat menyerap lebih kurang 306.000 tenaga kerja hingga tahun 2080 mendatang.

“Pengembangan Rempang juga akan membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat Kepri, khususnya para pemuda di Kota Batam,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam Ariastuty Sirait, di Batam, Kamis (31/8/2023).

Menurut Tuty, para pemuda tersebut juga akan dibekali pendidikan dan pelatihan khusus agar lebih siap menghadapi persaingan industri ke depannya.

Tuty juga mengungkap, proyek pengembangan Rempang Eco-City masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tahun 2023.

Jadi, bukan tanpa alasan jika hal ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Sebab sudah dijadikan mesin ekonomi baru Indonesia.

Hal tersebut, sebagaimana tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7, Tahun 2023, tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7, Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Di mana, Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, telah mengesahkan peraturan itu tanggal 28 Agustus 2023 lalu di Jakarta.

“Sesuai arahan Pak Menko, pengembangan Pulau Rempang masuk dalam daftar Program Strategis Nasional. Besar harapan, program ini bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam,” ujar Ariastuty di Batam,

Ariastuty menerangkan bahwa pemerintah pusat melalui kerja sama antara BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) bakal menyiapkan Pulau Rempang sebagai kawasan industri, perdagangan, hingga wisata yang terintegrasi demi mendorong peningkatan daya saing Indonesia dari Singapura dan Malaysia.

Dengan nilai investasi yang ditaksir mencapai Rp381 triliun hingga tahun 2080, lanjut Ariastuty, pengembangan Pulau Rempang diharapkan dapat memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi (Spillover Effect) bagi Kota Batam serta kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri. (ski)

Exit mobile version