BATUAJI, KataBatam- Bukan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, jika pola pikirnya tak out of the box: berpikir kreatif dan inovatif yang berbeda dengan orang kebanyakan.
Hal ini tampak saat suami Hj Hariyanti Jefridin itu, ber-Safari Ramadan, sekaligus Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Baitul Falah, Batuaji, Selasa (28/3/2023).
Di momen tersebut, ia menguraikan ide-ide kreatifnya kepada para jemaah, juga masyarakat Kota Batam untuk ambil bagian dari pembangunan Batam.
Salah satu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat misalnya dengan menyajikan kuliner yang dapat memanjakan lidah para wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Batam.
Hal lain yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan membuat produk yang memiliki nilai jual dan menarik.
“Misalnya membuat penganan yang dapat dijual. Jadi begitu orang datang berkunjung ke Masjid Sultan sudah tau apa makanan khas yang ada dijual di sekitar Masjid. Atau membuat oleh-oleh khas Batam. Ini dapat dijual kepada Wisman atau orang yang berkunjung ke Masjid Sultan,” sebut Jefridin.
Konteks dari penjelasan ini adalah, karena saat ini Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) sedang giat-giatnya membangun infrastruktur Batam.
Letak Batam yang strategis dan sebagai daerah kawasan perdagangan bebas menjadi alasan kuat pembangunan infrastruktur di Kota Batam dilakukan oleh Pemko dan BP Batam.
Bahkan di tahun ini ditargetkan pembangunan jalan dari Batuampar – Simpang Bandara Internasional Hang Nadim – Nongsa, selesai pada Desember 2023.
“Dengan demikian investor akan tertarik untuk menanamkan investasi di Kota Batam. Begitu juga wisman akan ramai datang berkunjung ke Batam,” urainya.
Menurut Jefridin, Batam berbeda dengan daerah lain. Di sini bukan negeri agraris. “Karena itulah Bapak Wali Kota giat membangun infrastruktur di Kota Batam dengan tujuan untuk mewujudkan Batam sebagai Bandar Dunia Madani, Modern dan Sejahtera,” ungkap pria kelahiran Selatpanjang, Riau ini.
Tentunya investor yang menanamkan investasi di Kota Batam akan berdampak dengan terbukanya lapangan pekerjaan.
Begitu juga dengan Wisman yang datang berkunjung ke Batam akan menginap dan makan di restoran. Dari kunjungan itu Pemerintah Kota Batam mendapatkan pajak.
“Dari pendapatan asli daerah (PAD) ini lah Pemerintah Kota Batam bisa membangun infrastruktur Batam. Bisa memberikan insentif untuk para tokoh agama dan juga memberikan bantuan untuk pembangunan masjid di Kota Batam,” jelasnya.
𝗦𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝗷𝗶𝗱 𝗥𝗽𝟱𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮
Dalam Safari Ramadan itu, Jefridin menyerahkan bantuan Rp50 juta dari Pemko Batam untuk kelanjutan pembangunan Masjid Baitul Falah.
“Saya menyampaikan titipan dari Bapak Wali Kota (HMR), semoga bantuan ini bermanfaat,” sebut ayah dua anak ini.
Dalam kesempatan ini, Jefridin juga menyaksikan penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam untuk imam, muazin dan marbot Masjid Baitul Falah.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua I Baznas Kota Batam Achmad Fahmi, merupakan program “Ramadan Baznas Batam Berbagi bersama Imam dan Marbot”.
Sutikna, pengurus Masjid Baitul Falah menyampaikan ucapan terimakasih nya atas bantuan yang diserahkan oleh Pemerintah Kota Batam. Bantuan ini akan digunakan untuk kelanjutan pembangunan masjid.
“Semoga pembangunan infrastruktur Masjid ini bisa berkembang, sehingga bisa terus melakukan syiar agama,” ungkapnya.(ski)
