SELESAIKAN BAKAUSERIP: Wali Kota Batam/ Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam H Muhammad Rudi (HMR), berbicara dengan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri, di sela memberikan bantuan Rp50 juta untuk pembangunan Masjid An Nur, kampung tua Bakauserip, Sambau, Nongsa, Batam. Sabtu (30/3/2024).
SAMBAU, KataBatam- Wali Kota Batam/ Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam H Muhammad Rudi (HMR), memberikan bantuan Rp50 juta untuk pembangunan Masjid An Nur, kampung tua Bakauserip, Sambau, Nongsa, Batam. Sabtu (30/3/2024).
Penyerahan dilakukan secara simbolis, di sela acara safari Ramadan Pemerintah Kota Batam. Di kesempatan ini, HMR mengatakan bahwa permasalahan legalitas kampung tua di Kota Batam harus terselesaikan, termasuk Bakauserip itu sendiri.
HMR mengaku bahwa pihaknya telah banyak menyelesaikan terkait permasalahan kampung tua. Dalam hal ini, HMR memerintahkan langsung Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri, untuk mengecek langsung lokasi.
“Ini nanti saya selesaikan melalui Pak Yusfa, beliau yang menyelesaikan masalah kampung tua di Batam,” ujarnya.
HMR memaparkan, kampung tua tersebut tidak akan dijadikan hak milik, melainkan HPL Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hal itu bertujuan untuk mempermudah masyarakat apabila ingin menjual atau digunakan keperluan lain.
“HPL-nya tetap BP Batam, tapi uang wajib tahunan otorita (UWTO) saya gratiskan. Ini untuk mempermudah bapak/ibu jika ingin menjual atau untuk keperluan lain,” paparnya.
Selanjutnya, HMR mengatakan bahwa tahun depan akan mulai membangun jalan masuk ke kampung tua Bakauserip. Namun sebelum itu, pihaknya meminta masyarakat untuk duduk bersama terkait pelepasan lahan yang akan dibangunkan jalan.
“Ini tergantung bapak/ibu, masyarakat di sini. Kalau mau dibangun jalan dua lajur kiri dan kanan itu butuh 30 meter lebar lahannya. Ini yang harus didudukan bersama dulu. Kalau sudah, tahun depan sudah bisa dibangun,” ujarnya.
HMR juga mengaku, pihaknya akan segera mengembangkan pantai nongsa menjadi tempat wisata baru.
“Kita lagi urus izinnya. Kalau sudah selesai, pantai Nongsa ini akan ditimbun dengan pasir. Ini nanti akan seperti pantai-pantai yang ada di bali. Selain bisa dinikmati masyarakat juga untuk mendatangkan wisatawan dari luar,” tutupnya. (sur)
