SEJAK H Muhammad Rudi (HMR) memimpin sebagai Wali Kota Batam, berbagai kegiatan pembangunan telah dilakukan di Kelurahan Sungaipanas, Kecamatan Batamkota.
Hal ini disampaikan Lurah Sungaipanas Tommy Armi, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kelurahan tersebut, yang langsung dihadiri oleh HMR, Selasa (18//2022) siang.
Tommy merinci, pada Tahun 2021, sebanyak 20 kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan (PSPK) telah diselesaikan dengan nilai Rp 1,7 miliar.
Terdiri dari 14 kegiatan semenisasi jalan perumhanan dan enam kegiatan drainase. Tak hanya itu, Pemko Batam juga telah melakukan kegiatan Non PSPK sebanyak 18 kegiatan.
Sementara yang akan dilakukan Tahun 2022 ini yakni 15 kegiatan PSPK yang terdiri dari semenisasi jalan pemukiman dan drainase dengan anggaran mencapai 1,2 miliar.
Untuk Tahun 2023 sebanyak 35 kegiatan diusulkan. Dari jumlah tersebut akan ditentukan, program prioritas yang akan dilakukan Tahun 2023, mendatang.
Sementara itu, dalam Musrenbang Sungaipanas kali ini, ada 35 usulan PSPK dan non PSPK. Usulan terdiri dari 32 pembangunan fisik dan 3 non fisik.
Usulan fisik terdiri dari rehabilitasi gorong-gorong, revitalisasi ruang kelas dan aula, peningkatan jalan, pembangunan ruang kelas dan aula, rebitalisasi lapangan sekolah, semenisasi jalan lingkungan, pembangunan batu miring, serta drainase lingkungan.
Sedangkan usulan non fisiknya adalah sosialisasi dan edukasi stunting 200 orang, sosialisasi pencegahan narkoba 200 orang, dan pelatihan peningkatan kemasan produk UMKM 200 orang.
Musrenbang yang dihelat di halaman kantor Kelurahan Sungaipanas, dihadiri, anggota DPRD Kota Batam, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Lubukbaja Novi Harmadyastuti, Lurah Se-Kecamatan Lubukbaja, Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat.
Dari pantauan di lapangan, warga tampak memadati lokasi Musrenbang untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKDP) tahun 2023, tersebut.
Antusiasme warga ini tampak dari kursi yang disediakan oleh pihak kelurahan tak lagi mencukupi. Meski demikian, warga tetap mengikuti jalannya musrenbang dengan berdiri dan duduk di bawah pohon yang berada di lokasi. (MC/sur)
