Tugu Gasing, Monumen Budaya Melayu yang Wajib Jadi Spot Foto Saat Wisata ke Batam

BATAMCENTRE, KataBatam– Saat melintasi jalan Raja H Fisabilillah, tentu kita tak asing lagi dengan keberadaan Tugu Gasing.

Tugu satu ini terinspirasi dari permainan gasing yang sudah menjadi warisan kebudayaan Melayu, yang populer di kalangan anak-anak hingga dewasa.

Bangunan yang didesain khusus menyerupai gasing dengan corak Melayu tersebut, menjadi spot pariwisata khas yang dapat kunjungi masyarakat.

Taman Tugu ini diresmikan oleh Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), pada 15 Agustus 2022 lalu.

“Sepanjang jalan ini akan kita bangun taman. Hari ini Lions Club yang membantu, ke depan kita harapkan pihak-pihak swasta lainnya juga mau turut membantu. Desain sudah kita siapkan semua,” kata HMR beberapa waktu yang lalu.

𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗺𝗮𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗚𝗮𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗪𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗻𝗱𝗮

Pemerintah Kota Batam sendiri, telah mencatatkan permainan gasing sebagai warisan budaya tak benda, khasanah kekayaan khas daerah Melayu kepulauan.

“Permainan gasing juga kami catatkan sebagai warisan budaya tak benda. Permainannya ya, bukan gasingnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata di Batam, saat diwawancarai wartawan Oktober 2021 lalu.

Dia menyatakan, permainan gasing merupakan satu objek Pemajuan Kebudayaan Melayu yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.

“Dalam Perda ini, ada 12 Objek Pemajuan Kebudayaan Melayu, salah satunya adalah permainan rakyat, seperti permainan gasing ini,” kata Ardi sebagaimana kami kutip dari Antara.

Di Batam, gasing dimainkan oleh anak-anak hingga dewasa dan sangat populer. Sebelum pandemi dan Batam masih didatangi banyak wisman, mereka diajak turut memainkan permainan tradisional itu di Lapangan Gasing Kecamatan Belakangpadang.

Pemkot Batam berupaya melestarikan permainan gasing dengan menggelar atraksi dalam pagelaran Kenduri Seni Melayu. Sebelum pandemi Covid-19, pemerintah menyelenggarakan Kenduri Seni Melayu setiap tahunnya, memperingati hari jadi kota ini. (sur)

Exit mobile version