BATAMCENTER, KataBatam- Penanganan banjir menjadi salah satu dari 15 program prioritas di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Program ini menyasar solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda sejumlah titik di Kota Batam.
Dalam jangka pendek, pemerintah terus mengintensifkan normalisasi dan pembersihan drainase secara rutin dengan mengerahkan alat berat serta satuan tugas lapangan. Target normalisasi drainase tahun ini mencapai 33 kilometer, tersebar di berbagai kawasan rawan banjir.
Saat ini, kegiatan normalisasi tengah berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya Tropicana Pasir Putih, Kavling Seraya Sambau, Seberang Simpang Seruni, Komplek Lumbung Rejeki (samping Van Hollano Nagoya), Simpang Irinco/Pizza Hut, SPBU Bandara, dan Belakang Hotel Sahid.
Untuk mendukung capaian tersebut, sejumlah alat berat dikerahkan, meliputi dua amphibi, tujuh backhoe long arm, empat backhoe medium, satu backhoe mini, satu motor grader, satu compactor, satu backhoe loader, serta satu dump truck.
“Penanganan banjir terus digesa. Kami ingin masyarakat merasakan perubahan nyata, terutama saat musim hujan. Maka dari itu, kerja teknis di lapangan terus kami pacu,” ujar Amsakar.
Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, pemerintah juga tengah membangun sistem drainase baru beserta bangunan penunjangnya, rumah pompa, pengadaan mobile pump, serta menyinkronkan kebijakan lintas sektor agar fungsi ruang drainase tetap terjaga optimal.
“Upaya dan kerja keras ini bukan hanya semata memperbaiki infrastruktur, tetapi juga demi keselamatan dan kenyamanan warga Batam yang saya cinta,” tambah Li Claudia. (ski)
Upaya Amsakar Tangani Banjir, Seluruh Alat Berat Terjun Bersihkan Drainase hingga 33 Km
