News  

Wali Kota Amsakar Jadi Saksi Sejarah Peresmian Jalan Usmar Ismail di Bukittinggi

BUKITTINGGI, KataBatam- Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, menjadi saksi sejarah ketika Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan nama Pahlawan Nasional sekaligus Bapak Perfilman Indonesia, dilekatkan sebagai nama sebuah ruas jalan di pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Selasa (29/4/2025).

Peresmian ini disejalankan dengan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Tahun 2025, yang digelar di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa (29/4/2025).

Tampak Fadli Zon didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatiaa, beserta keluarga besar Usmar Ismail, juga disaksikan oleh puluhan Wali Kota Indonesia yang tergabung di Apeksi.

Di sela-sela agenda utama ini, Amsakar menyebut momen tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya dan sejarah bangsa.

“Ini wujud nyata bagaimana budaya dan sejarah bisa menjadi bagian dari identitas kota dan sumber inspirasi dalam pembangunan,” ujarnya.

Turut mendampingi Amsakar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam Yusfa Hendri, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Indra Praja, Kepala Bagian Kerja Sama Jhon Hendri, serta Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian, Pengembangan dan Pembangunan  (Bapelitbang) Tuti Damayanti.

Sementara itu, rangkaian kegiatan Muskomwil Apeksi ini, berlanjut pada malam harinya dengan jamuan makan malam di kawasan perbukitan yang menyajikan keindahan alam Bukittinggi, mempererat tali silaturahmi antar kepala daerah.

Keesokan harinya, agenda dilanjutkan dengan pembukaan city expo, pawai budaya, pertunjukan seni, olahraga bersama, serta kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya dalam paparannya menegaskan pentingnya sinkronisasi program nasional dan daerah.

Ia mengutip buku “Paradoks Indonesia”, karya Presiden Prabowo Subianto sebagai acuan strategi nasional, yang mencerminkan urgensi penguatan sektor riil, hilirisasi sumber daya alam, dan efisiensi fiskal.

“Pembangunan tak cukup hanya menjadi wacana. Diperlukan perencanaan matang, komitmen terhadap reformasi birokrasi, serta keberanian keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah,” tegas Bima Arya.

Dalam sesi penutupan, para kepala daerah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk integrasi potensi dan SDM daerah, menandai semangat baru dalam penguatan jejaring kota-kota di Regional Wilayah I.

Muskomwil I APEKSI 2025 menjadi simbol semangat membangun dari daerah untuk Indonesia yang lebih maju, tangguh, dan berdaya saing. (ski)

Exit mobile version