Wali Kota Batam dari Masa ke Masa

NAMA Raja Isa atau Nong Isa identik dengan Batam. Bahkan penetapan Hari Jadi Batam tanggal 18 Desember 1829, dikaitkan dengan terbitnya surat perintah semasa pemerintahan Sultan Abdul Rahman Muazam Syah I dan Yang Dipertuan Muda VI Raja Jaffar, yang menetapkan Raja Isa diberi kuasa sebagai pemegang perintah (pemimpin) atas Nongsa (Pulau Batam) dan rantau sekitarnya.

Namun di era modern, Batam baru memiliki seorang Wali Kota, di masa pemerintahan kota administratif, tahun 1983.

Wali Kota pertamanya adalah HR Usman Draman yang menjadi Wali Kota sampai tahun 1989. Lalu tahun 1989-1999, Wali Kota Administratif kedua adalah Raja Abdul Aziz.

Di era otonomi daerah, Nazief Susilo Dharma menjadi caretaker Wali Kota sebelum adanya pemilihan Wali Kota di tahun 2001.

Saat itu, dalam pemilihan di DPRD Batam, Nazief yang juga maju sebagai calon wali kota, dikalahkan pasangan Nyat Kadir-Asman Abnur.

Nyat Kadir menjadi Wali Kota sampai tahun 2005. Ia mundur untuk ikut dalam pemilihan Gubernur Kepri. Dalam Pilkada langsung tahun 2006, terpilih Ahmad Dahlan sebagai Wali Kota Batam. Dahlan menjadi Wali Kota sampai tahun 2016.

H Muhammad Rudi (HMR) menjadi penerus Dahlan sebagai Wali Kota Batam ke-7. HMR dua kali memenangkan Pilkada. Di tahun 2019, ia tak hanya menjadi Wali Kota Batam, tapi juga ditetapkan sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Di masa HMR inilah pembangunan infrastruktur Batam dikebut. Jalan-jalan diperlebar, drainase dan infrastruktur di pemukiman penduduk dibangun. Tahun 2019 lalu, Batam memiliki masjid terbesar se-Sumatera yang dibangun sejak tahun 2017.

Tahun 2021 ini, di masa pandemi Covid-19, Batam membangun banyak bundaran di simpang-simpang jalan untuk mengurai kemacetan.***


Sumber: Ig kataBatam
https://www.instagram.com/p/CTQdSM6B8b0/?utm_medium=copy_link

Exit mobile version