News  

WARTA FOTO: Marlin Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk Nelayan Kota Batam

WAKIL Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dan Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, foto bersama usai membagikan kartu BPJS Ketenagakerjaan, untuk nelayan di Kelurahan Sekanakraya dan Kelurahan Tanjungsari, di Gedung Nasional Belakangpadang, Selasa (30/1/2024).

BELAKANGPADANG, KataBatam- Tahun 2024 ini, 3.444 nelayan kecil se-Kota Batam, terlindung BPJS Ketenagakerjaan. Dengan program ini, mereka tidak perlu lagi khawatir ketika harus melaut.

Semua ini buah perhatian Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), yang ingin seluruh nelayan kecil punya BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga kehidupan dan kesejahteraan nelayan se-Kota Batam terjamin.

Terhitung mulai Selasa (30/1/2024), Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Dinas Perikanan Kota Batam mulai membagikan kartu BPJS Ketenagakerjaan ini secara bertahap.

Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, mewakili Wali Kota HMR, bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, turun langsung membagikan langsung kartu tersebut.

Untuk tahap pertama dibagikan kepada para nelayan yang bermukim di pulau/kelurahan Kecamatan Belakangpadang. Dimulai dengan penyerahan 348 kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan di Kelurahan Sekanakraya dan Kelurahan Tanjungsari.

Acara yang digelar di Gedung Nasional Belakangpadang ini, disejalankan dengan sosialisasi Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi Nelayan Kecil Kota Batam Tahun 2024.

Usai dari lokasi ini, Marlin dan Jefridin menyeberang ke di Kantor Lurah Pulau Pecung, untuk menyerahkan sebanyak 203 Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada nelayan kecil Kelurahan Kasu, Kelurahan Pecung, Kelurahan Pulau Terung dan Kelurahan Pemping.

Menurut Jefridin, program ini adalah komitmen dan perhatian yang luar biasa dari Wali Kota Batam HMR. Hebatnya lagi, seluruh preminya sudah dibayar melalui Dinas Perikanan Kota Batam atas arahan HMR sendiri.

Tujuannya memberikan proteksi keamanan, kenyamanan dan ketenangan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.

“Jadi kalau Bapak (nelayan) melaut tidak khawatir lagi, karena sudah diproteksi. Insyaallah kegiatan yang keberpihakan kepada masyarakat terus berjalan dan berkelanjutan,” jelas Jefridin. (ski)

Exit mobile version