ENGKUPUTRI, KataBatam– Kemeriahan Pawai Budaya Hari Jadi Ke-193 Batam (HJB) di Dataran Engku Putri, Sabtu (17/12/2022), bertambah saat Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) diarak naik Sisingaan.
Atraksi ini bermula usai HMR memberi sambutan di panggung terbuka Engku Putri. Tiba-tiba muncul atraksi kesenian Sisingaan yang ditampilkan Paguyuban Pasundan, Jawa Barat, menuju arah panggung.
Rupanya warga Batam asal Jawa Barat tersebut, meminta HMR naik. Tanpa ragu, ia duduk di atas singa hiasan yang ditandu oleh empat orang.
Musik pun terus mengalir. Lama-lama HMR menikmati suasana. Tangannya HMR pun menari, mengikuti rama musik yang dominan dengan hentakan suara gendang.
Sisingaan sendiri adalah nama sebuah jenis kesenian tradisional yang lahir dan berkembang dan menjadi ikon Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Bahkan telah mengangkat dan mengharumkan nama Kabupaten Subang, bukan hanya di dalam negeri, melainkan juga telah dikenal di dunia internasional.
Penamaan kesenian Sisingaan diambil dari alat utama kesenian ini, yaitu “sisingaan”, suatu benda yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai wujud seekor singa.
Kata “sisingaan” itu sendiri adalah kata jadian dalam bahasa Sunda yang kata dasarnya adalah “singa”, kemudian diberi imbuhan berupa awalan “si” dan akhiran “an”.
Masyarakat Subang secara spiritual mempercayai bahwa tradisi Sisingaan sebagai wujud keselamatan atau syukur atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan.
𝗕𝗲𝗿𝗮𝗴𝗮𝗺 𝗣𝗮𝗸𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗡𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗠𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘄𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗛𝗝𝗕 𝗸𝗲-𝟭𝟵𝟯
Sejumlah pakaian adat Nusantara dari Sabang hingga Merauke turut memeriahkan pawai budaya dalam rangka Hari Jadi Batam (HJB) ke-193.
Pawai budaya diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, PKK Kota Batam, hingga organisasi masyarakat dan paguyuban yang ada di Batam.
Tak hanya menggunakan pakaian adat nusantara, peserta juga menampilkan sejumlah atraksi kesenian dan kebudayaan nusantara.
Sejumlah kesenian yang ditampilkan oleh sejumlah paguyuban seperti Tarian Melayu Joget Itam Manis, Barongsai, Pencak Silat Kwali.
Selain itu, Kalimantan Debus dan Binua Grantung, Cakalele, Sesingaan, Tari Piring Tambuik Talempong, Ondel-Ondel, Reog, Tarian Gampang Hala, hingga penampilan artis ibu kota, Eneng Ifny.
Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), mengapresiasi keberagaman kesenian dan budaya yang disajikan. Meski penuh perbedaan, kata dia, semua tetap satu yakni warga Batam.
“Kita hadir di sini dengan beraneka ragam pakaian, kebudayaan, suku, tapi kita tetap satu, warga Kota Batam,” ujarnya.
Ia menyampaikan terima kasih untuk semua pihak yang terus mempersatukan keberagaman yang ada. Ia mengatakan, keberagaman yang ada berupakan kekuatan bagi Batam.
“Mari kita rawat keberagaman ini dengan tetap bersatu dan menjaga kerukunan di Batam,” ujar HMR.
Kerukunan dan kemanan di Batam dinilai penting untuk mempercepat pembangunan di Batam. Ia tak ingin, ada perselisihan atau masalah di Batam.
“Kami mulai mengubah satu per satu di Batam. Kota Batam akan dibangun lebih modern, tapi tidak melupakan budaya,” Rudi yang juga sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam tersebut.
Ia meminta dukungan kepada semua pihak dalam menjalan roda pemerintahan demi percepatan pembangunan di Batam. Untuk itu, ia berpesan kepada semua pihak untuk menjaga kerukunan, kedamaian, dan keamanan di Batam.
Dengan demikian, ia berharap pembangunan Batam lebih modern dan menjadi lokomotif ekonomi nasional. “Di momen HJB ke-193 ini, kami akan menjadikan Batam Kota Baru dengan semangat baru membangun Kota Batam,” katanya. (ski/MC)
