News  

𝘗𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘙𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘛𝘦𝘯𝘶𝘯 𝘗𝘶𝘭𝘢𝘶 𝘕𝘨𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨, 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘕𝘰𝘭 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘋𝘪𝘳𝘦𝘴𝘮𝘪𝘬𝘢𝘯 (2-𝘏𝘢𝘣𝘪𝘴)

KETUA Dekranasda Kota Batam Hj Marlin Agustina, bersama perajin batik binaannya, saat meresmikan Rumah Tenun Pulau Ngenang yang dirintisnya, Rabu (19/8/2020), pukul 15.00 WIB.

𝗞𝗮𝗴𝘂𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗴𝗶𝗴𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗿𝗹𝗶𝗻, 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝟳 𝗔𝗹𝗮𝘁 𝗧𝗲𝗻𝘂𝗻, 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗽𝘂𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂

AKHIRNYA, Kampung Tenun ini dicanangkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Batam Hj Marlin Agustina pada Mei 2018 lalu, selain sebagai basis pelatihan tenun kepada warga pulau, sekaligus menjadi daerah tujuan wisata.

“Setiap motif yang dibuat mempunyai arti muatan lokal, seperti bunga pucuk rebung, burung layang-layang, bunga manggis dan lain-lain. Tpi ada motif khusus utk tenun Pulau Ngenang yaitu motif tulisan dalam huruf Arab Melayu,” kenalnya.

Karena kegigihannya memperjuangkan pengerajin kain tenun, sehingga di tahun 2019 lalu, Kementerian Perindustrian (Kemendag) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menyerahkan tujuh alat tenun.

BACA JUGA:  Ayo Ikut Membantu, Kita Bangun Solidaritas tanpa Batas

“Di antaranya 1 alat ani benang, 1 alat pembuat kartu motif, serta 1 alat tenun ikat,” ujarnya.

Sampai sekarang sudah 15 orang yang menjadi penenun di Pulau Ngenang ini.

“Alhamdulillah kita mulai dari nol, dari dasar dan saat ini kita dapat alat lengkap dan sudah menghasilkan kain tenun songket yang dapat dijadikan tanjak, kain sampin, bahan baju dan dari laporan Ketua Kelompok tenun, ibu Suhana kita sudah memiliki 15 pengrajin,” ucap Ketua TP PKK Kota Batam ini.

Puaskah Marlin? Belum. Kedepannya, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Kota Batam ini akan meningkatkan dan mengembangkan lagi rintisannya dengan menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk membuat home stay di pulau Ngenang ini. Agar wisatawan lebih nyaman dan biaya pun lebih murah.

BACA JUGA:  Gencarkan Pembangunan Galang, HMR Ajak Semua Kawal Usulan dalam Musrenbang

“Tentu diiringi menyiapkan jalur transportasi dan aneka kuliner yang disukai wisatawan,” jelasnya.

Masyarakat setempat pun menyambut baik Kampung Tenun ini. Sebab, ampuh membantu ekonomi keluarga. Apalagi di saat Covid-19 melanda seperti saat ini di mana segala sektor terimbas.

Buktinya sudah banyak binaan Marlin di pulau ngenang yang berhasil merambah pasar hingga ke luar daerah. Mereka ini juga hadir saat peresmian rumah tenun itu.

“Saya harak anak-anak muda ikut menjadi penenun, sehingga ada tambahan penghasilan mengingat pasar dari IKM ini sangat menjanjikan,” jelasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *