Proyek Gigantik PLTS Terapung Batam jadi Atensi Nasional, HMR Blak-blakan di Metro TV

BERITA TENTANG pembangunan panel surya raksasa yang akan dioperasikan di Waduk Duriangkang dan Tembesi, menarik perhatian publik nasional.

Sampai-sampai Metro TV, stasiun televisi swasta Nasional, menerjunkan reporternya ke Batam untuk mewawancarai H Muhammad Rudi (HMR), langsung dari lokasi Waduk Duriangkang.

Hasil wawancara itu ditayangkan Jumat (10/9/2021) pukul 14.30, dalam program News Line untuk Indonesia, bertajuk Batam Surga Investasi,

Cuplikan wawancara tersebut bisa disaksikan dalam video singkat yang kami posting bersama tulisan ini.

𝑺𝒆𝒌𝒂𝒅𝒂𝒓 𝒅𝒊𝒌𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒊…
Sunseap Group Pte. Ltd sepakat membangun sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan penyimpanan energi terapung terbesar di dunia di Batam.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan panel surya yang akan dioperasikan di Waduk Duriangkang, dilakukan antara Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Sunseap Group Pte. Ltd, Senin (19/7/2021).

BACA JUGA:  Bahas Sistem Informasi Pemda, Sekda se Indonesia Berkumpul di Jakarta

Penandatanganan tersebut dilakukan secara virtual oleh Wali Kota Batam-Kepala BP Batam H Muhammad Rudi (HMR) dengan Co-founder and CEO Sunseap Group Pte. Ltd Frank Phuan.

Kepala BP Batam HMR mengatakan, MoU dengan Sunseap Group itu total investasinya mencapai Rp29 triliun.

“Ke depannya akan menciptakan lapangan pekerjaan sekitar 3.000 pekerja lokal. Tak hanya Batam, tetapi juga Indonesia,” ujar HMR.

Sunseap Group akan memasang panel surya di genangan waduk dengan cara mengambang (floating). Energi yang dihasilkan nantinya akan akan diekspor ke Singapura dan sebagian untuk Batam. Ini akan menjadi salah satu yang terluas di Asia Tenggara dan pertama di Batam.

Selain itu, BP Batam bersama PT Toba Bara Energi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman secara virtual tentang investasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung, Kamis (12/8/2021) di Gedung Marketing Center BP Batam.

BACA JUGA:  I N S I G H T

Proyek ini meliputi kerja sama pembangunan pengembangan PLTS terapung di permukaan Waduk Tembesi.

Sedangkan Direktur Utama PT Toba Bara Energi, Dimas Adi Wibowo, mengatakan, berdasarkan hasil kajian awal, pembangunan PLTS Terapung di Waduk Tembesi berpotensi untuk menghasilkan 333 Megawatt-peak dengan nilai investasi sebesar USD 470 juta, (Rp6,8 triliun). ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *