INSPIRASI PAGI: Pintar dan Tak Pintar

Foto ilustrasi: Bunga Magnolia.

“SEBENARNYA tak penting soal pintar itu. Yang penting adalah bagaimana ia memanfaatkan apa yang ia punya untuk hidup,” tulis Hasanuddin Abdurakhman, seorang Doktor di bidang fisika terapan dari Tohoku University, Jepang.

Menurutnya, setiap orang pasti punya wilayah di mana dia tidak pintar (bodoh). Sebab tidak ada orang yang pintar dalam segala hal. Untuk itu, penting untuk mencari di bagian mana kita pintar ketimbang menutupi bagian yang bodoh.

Ia memberi contoh Christian Ronaldo dan Lionel Messi. Mungkin keduanya tak pintar matematika. Mereka jadi orang hebat, karena memilih jalan hidup yang sesuai dengan kemahirannya.

Lalu siapa orang bodoh yang sebenarnya? Yaitu orang yang tak menjalani hidup sesuai dengan kekuatan atau kemahiran yang ia miliki. Lebih menyedihkan lagi, ia bahkan tak tahu ia unggul dalam bidang apa. Sehingga ia menjalani hidup yang bukan hidup dia.

BACA JUGA:  Ayo Meriahkan Hari Jadi Ke-195 Batam, Pancang Semangat Batam Baru, Indonesia Maju

Ada pula orang bodoh jenis lain, yaitu mencoba menampilkan diri yang bukan dirinya. Sudah sukses di bidang yang ia kuasai, masih pula ingin tampak cerdas di bidang yang tak dikuasai. Bahkan sampai memaksakan diri.

“Kita hanya perlu tahu diri. Tahu diri saja, jangan memaksakan untuk tampil dalam hal-hal yang bukan kekuatan kita. Kalau tidak pandai, lebih baik mengaku. Tidak usah kecil hati,” terangnya.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *