BP Batam Iring Peresmian PT Free The Sea asal Jerman, Dipuji Luhut Investasi Luar Biasa

HEBAT: Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto (paling kiri) mendampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (kanan foto) saat kunjungan ke area pabrik PT Free The Sea usai peresmian.

𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎. 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑎𝑢𝑟 𝑢𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ 𝑝𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑒𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖. 𝑀𝑒𝑛𝑗𝑎𝑔𝑎 𝑙𝑖𝑛𝑔𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑚𝑖𝑐𝑟𝑜𝑝𝑙𝑎𝑠𝑡𝑖𝑐 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑎ℎ𝑎𝑦𝑎. 𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑤𝑎𝑟𝑔𝑎 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝑖𝑛𝑖 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑜𝑛𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑠𝑖 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑠𝑎𝑙𝑢𝑟𝑘𝑎𝑛…

MUKAKUNING, KataBatam- Badan Pengusahaan (BP) Batam, memberikan apresiasi atas peluncuran PT Free Tea Sea yang merupakan anak perusahaan dari PT WIK Far East asal Jerman, yang beralamat di Panbil Industrial Estate Mukakuning, Batam.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam Purwiyanto yang turut hadir menyaksikan Grand Launching PT. Free The Sea pada Kamis (9/3/2023).

Ia didampingi oleh Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi Sudirman Saad; Anggota Bidang Pengusahaan Wan Darussalam; Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait; dan Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Binsar Tambunan.

PT Free The Sea bergerak dalam pengolahan daur ulang limbah plastik menjadi barang dengan nilai ekonomis.

Bekerja sama dengan masyarakat, perusahaan Jerman ini mengumpulkan sampah botol plastik dari rumah-rumah warga dan didaur ulang menjadi Coffee Maker atau mesin pembuat kopi.

BACA JUGA:  Nek Leha Daftar Sendiri ke Kantor Camat Galang untuk Pindah ke Hunian Sementara

Adapun hasil sampah plastik didaur ulang menjadi PET flakes dan bijih plastik (Petrabs) untuk selanjutnya diolah menjadi salah satu bahan yg dipergunakan untuk pembuatan coffee maker, atau mesin pembuat kopi yang merupakan produk utama PT WIK.

“Kami sangat apresiasi, investasi ini mendukung visi yang telah dicanangkan Kepala BP Batam Bapak H Muhammad Rudi (HMR) untuk mewujudkan Batam Green City kawasan tujuan investasi yang berwawasan lingkungan,” kata Purwiyanto.

Ia menyampaikan investasi ini akan berdampak sangat positif terhadap lingkungan.

Gerakan daur ulang sampah plastik botol menurutnya juga membantu mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah. Termasuk mendukung pemerintah dalam menciptakan green industri berteknologi.

“Kami berharap ada Free The Sea berikutnya. Kami sangat senang ya terhadap apa yang dilakukan Free The Sea akan membawa dampak baik bagi lingkungan dan industri kita. Kami menanti investasi yang sama ke depan seperti pengolahan enceng gondok di waduk misalnya,” imbuh Purwiyanto.

BACA JUGA:  Kota-kota Maju Pasti Punya IPAL

Grand Launching PT Free The Sea ditandai dengan pemotongan pita oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pada Kamis (9/3/2023) bersama dengan Mr. Markus Steckhan, Chief Strategy Officer of WIK Group.

𝗜𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗟𝘂𝗮𝗿 𝗕𝗶𝗮𝘀𝗮

Dalam sambutanya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan apresiasi yang mendalam bagi perusahaan Jerman yang membawa inovasi bagi dunia investasi di Indonesia, sekaligus membawa misi bagi keberlangsungan lingkungan yang sehat untuk generasi mendatang.

“Investasi ini luar biasa. Mendaur ulang sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Menjaga lingkungan kita dari microplastic yang merupakan bahan berbahaya bagi generasi penerus. Saya ajak warga Batam mendukung ini dengan kontribusi jangan buang sampah sembarangan tapi salurkan,” kata Luhut.

Pihaknya berpesan agar menjaga investasi ini. Sekaligus mengajak masyarakat Batam untuk mendukung gerakan pengelolaan sampah yang benar.

BACA JUGA:  Purnabakti BP Batam Bersyukur Bisa Melihat Batam Maju Pesat di Era Kepemimpinan HMR

Menurutnya, pencemaran sampah plastik di perairan akan berdampak secara signifikan bagi kesehatan anak-anak sebagai generasi masa depan.

“Bayangkan saat kita membuang sampah plastik ke laut kemudian microplastics dikonsumsi oleh Ikan-ikan yang kita makan, bagi ibu hamil ini hampir pasti berdampak pada bayinya. Ayo kita dukung investasi ini. Jangan buang sampah sembarangan.” Tegas Luhut.

Dengan hadirnya PT Free The Sea ini, dapat membantu pemerintah mewujudkan target pengurangan sampah plastik laut hingga 7 persen.

“Saya mengajak teman-teman di Batam, yok kita dukung investasi ini,” pungkas Luhut.

International Commercial Manager WIK Group, Mr. Bahri Beyhan menambahkan, tahun lalu perusahaan telah berhasil mengumpulkan sekitar 20 juta PET Bottle dari seluruh wilayah Batam.

Pihaknya juga sudah berhasil memproduksi sekitar satu juta mesin kopi menggunakan bahan baku upcycling ini. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *