NGENANG, KataBatam- Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, melihat langsung posisi landing point yang akan dibangun sebagai pelabuhan peti kemas untuk komoditas curah (padat dan cair) break bulk dan kontainer, logistik, dan distribusi, serta pengembangan energi.
Hal ini dilakukan dalam kunjungan lapangannya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjungsauh, di Pulau Tanjungsauh, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Kamis (22/2/2024).
Kunjungan tersebut terkait usulan pembentukan KEK Proyek Strategis Nasional Permenko Ekonomi, Nomor 21 Tahun 2022, tentang Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Industri Tanjungsauh Ngenang.
Adapun posisi landing point yang dicek Jefridin tersebut, untuk meng-cover jalur keluar masuk barang dari Batam ke Pelabuhan Tanjungsaung dan Bintan.
“PT Batamraya Sukses Perkasa, sebagai pengusul dapat ditetapkan sebagai Badan usaha Pembangunan dan Pengelola KEK Tanjungsauh, disampaikan sejauh ini mereka telah mempekerjakan sebanyak 28 tenaga kerja dari warga setempat,” katanya.
Nantinya KEK Tanjungsauh ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja hingga tahun 2053 sebanyak 209.193 pekerja langsung dan 156.894 pekerja tidak langsung. Dengan nilai investasi sebesar Rp 199,6 triliun.
“Warga setempat juga saat ini tengah proses relokasi ke Pulau Ngenang secara bertahap. Saat ini sudah direlokasi ke 10 Unit rumah siap huni di Pulau Ngenang dan akan dibangun sebanyak 158 unit rumah di lahan seluas 7 hektar,” ujar Jefridin.
Di lokasi relokasi sendiri telah tersedia listrik, air bersih, sekolah, dan rumah dengan status hak milik. Jefridin berharap pembangunan ini dapat mengoptimalkan peluang ekonomi di Pulau terluar strategis.
“Semoga dengan ini dapat membantu kemajuan dan roda perputaran perekonomian masyarakat setempat menjadi lebih sejahtera,” katanya.
Adapun rencana bisnis Usulan KEK Tanjungsauh sendiri akan melakukan produksi dan pengolahan terkait industri komponen elektronik, industri perakitan dan industri berat.
Serta akan melakukan pengembangan energi PLTU dengan kapasitas 4×100 MW dan solar panel. Dan memberikan dampak ke PDRB daerah (Provinsi Kepri Rp 166,81 triliun) selama 30 tahun. (ski)
Jefridin Melihat Pertama Kali Progres KEK Proyek Strategis Nasional Tanjungsauh






