BATAMCENTER, KataBatam- Peringatan Hari Kartini 2026 Tingkat Kota Batam yang digelar di Dataran Engku Putri, Batamcenter, Selasa (21/4/2026), berlangsung semarak. Tak kalah menarik, melihat gaya berkebaya ibu-ibu pimpinan daerah, di momen tersebut.
Dalam foto-foto yang kami repost dari akun TP-PKK Kota Batam, mereka menampilkan keberagaman gaya kebaya modern dan baju kurung yang sangat representatif serta perpaduan antara pakem tradisional dan sentuhan modern. Tentu, dipadukan dengan jilbab.
Seperti yang dikenakan Ketua TP-PKK Kota Batam Hj Erlita Sari Amsakar, berupa kebaya biru muda menggunakan potongan yang lebih pendek dengan detail peplum atau aksen, di bagian pinggang yang mempertegas siluet tanpa terlihat ketat.
Penampilan istri Wali Kota Batam H Amsakar Achmad ini, kian elegan dengan sentuhan khas Batam, oleh bawahan kain batik Barelang.
Demikian juga Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, tampil dengan kebaya kutu baru, sebuah potongan klasik yang kini kembali merajai panggung mode tanah air.
Didominasi warna mustard-gold, kebaya Li Claudia memberikan impresi wibawa, tapi tetap hangat dan membumi. Pilihan warna ini sangat cerdas, menonjolkan rona kulit dengan sempurna di bawah pencahayaan interior yang lembut.
Tekstur material yang halus memberikan jatuhan yang rapi, menciptakan siluet yang terstruktur namun tetap feminin. Apalagi ditambah detail bordir bunga (floral embroidery) yang membingkai area kerah dan kancing depan.
Ada juga yang mengenakan kebaya panjang dan tunik (lihat foto A): Terlihat dominasi potongan kebaya panjang abu-abu yang menjuntai hingga lutut, seperti yang dikenakan Ketua DWP Kota Batam Erdawati Firmansyah. Siluet ini memberikan kesan jenjang dan sangat sopan.
Paduan kian lengkap melihat penampilan Ketua Pengadilan Negeri Batam Tiwik, dengan warna kuning mustard, mengenakan variasi baju kurung dengan potongan yang lebih fit namun tetap longgar, memberikan kesan elegan yang minimalis.
Penggunaan kain batik motif klasik (seperti Parang atau motif pesisiran) memberikan keseimbangan visual yang pas untuk atasan yang berwarna cerah.
Gaya busana ini kian lengkap dengan hijab, umumnya model lilit leher (clean look) yang rapi, berpadu bros besar di dada sebagai pemanis sekaligus pengait, menambah kesan aristokrat pada penampilan.
Juga tampak penggunaan tas tangan (handbag) berwarna gelap atau senada dengan sepatu (heels/wedges) menunjukkan koordinasi gaya yang sangat diperhatikan (well-coordinated).
Dari gaya busana ibu-ibu dalam foto tersebut, menunjukkan bahwa kebaya tidak lagi kaku. Mereka berhasil memadukan etika berpakaian formal dengan estetika modern.
Kuncinya terletak pada pemilihan warna yang berani namun tetap menjaga kesantunan lewat potongan siluet yang longgar dan panjang. (ski)
Intip Inspirasi Kebaya ala Ibu-ibu Pimpinan Daerah Kota Batam di Hari Kartini 2026






