INSPIRASI 26 RAMADAN: Jiwa nan Damai

DAMAI ITU INDAH: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, disambut seorang anak saat menghadiri MTQH Kota Batam beberapa waktu lalu. Sebagai pemimpin, keduanya tak lepas dari sasaran anak-anak panah fitnah. Namun mereka selalu menyikapi dengan damai.

SUATU saat Imam Syafi’i didatangi seseorang dengan sangat hormat. Namun usai pertemuan, ternyata orang tersebut menghujat sang imam dengan stigma yang buruk.

Sikap hipokrit orang tadi diketahui para santri yang kemudian melaporkannya kepada Imam Syafi’i. “Ya imam, orang yang tadi mencium tanganmu di luar sana ternyata menghujatmu!”

Sambil tertawa, Imam Syafi’i menjawab, “Baguslah kalau begitu. Berarti saya berwibawa! Buktinya orang itu hormat di depan saya,” jelasnya

Sang imam kemudian diceritakan, bahwa hampir separo masyarakat di kampung tersebut juga tidak menyukainya.

Kembali Imam Syafi’i menjawab dengan santai, “Baguslah kalau mereka tidak suka kepada saya, berarti mereka tidak akan berutang kepada saya,” ujarnya.

Kisah ini disampaikan kyai kondang Gus Baha, dalam sebuah kajiannya, sebagai sebuah pembelajaran bahwa konflik itu selalu dimulai dari rasa tersinggung.

“Jadi dianggap enteng saja (jangan mudah tersinggung). Kalau Anda sudah bisa mengelola konflik seperti itu, maka akan ringan saja. Karena sekali lagi sejatinya konflik itu dimulai dari ketersinggungan,” jelasnya.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI JUMAT: Penuh Tanggung Jawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *