INSPIRASI PAGI: Pejabat Modal Dengkul

“SAYA ini jadi presiden nggak keluar uang sepeserpun. Modal saya cuma dengkul, itupun dengkulnya Amien Rais.”

Ucapan Gus Dur ini, kembali diungkap Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam Silahturahmi Kebangsaan bersama Keluarga Gus Dur di Gedung Nusantara IV MPR, Jakarta, Minggu 29 September 2024, lalu.

Seperti diketahui, Gus Dur menjadi Presiden RI ke-4 karena gerakan Amien Rais yang membentuk poros ketiga (poros tengah) waktu itu.

Lebih jauh, Politikus Partai Golkar itu menilai Gus Dur sudah dapat melihat permasalahan ke depannya, terutama permasalahan politik saat ini.

“Jadi sebetulnya dia sudah melihat ke depan. Hari ini kita tidak bisa menghindar dari biaya politik yang begitu tinggi untuk menjadi anggota legislatif, bupati, wali kota, gubernur, apalagi menjadi presiden,” tegasnya.

Berkaca dari kisah ini, maka jika ada orang yang mengklaim bisa jadi anggota legislatif, bupati, wali kota, gubernur, apalagi presiden, tanpa keluar uang sepeserpun alias modal dengkul, kita wajib curiga, “dengkul” siapa yang dia pakai?!

Ini bukan sebuah prestasi –apalagi kebanggaan– melainkan paradoks. Yang ditakutkan jika hal tersebut diraih dari hasil politik transaksional: ngasih apa, dapat apa?! Ujungnya, kekuasaan hanya akan jadi arena bagi-bagi kue. Derita rakyat pun diabaikan.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____
Soal implikasi politik transaksional bisa dibaca:

~ The Iron Law Oligarchi), Robert Michels (1911)
~ Democracy For Sale, Erward Aspinall & Ward Berenschot (2019)

BACA JUGA:  HMR & Marlin Ajak Keluarga Besar PIKORI Jalan Sore Bersama di Taman Kolam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *