INSPIRASI PAGI: In Omnia Paratus

DI MASA jayanya, Julius Caesar pernah membentuk pasukan elit yang sangat menyeramkan, berlambang kepala singa. Namanya: Legiun XIII Gemina. Mereka punya semboyan yang sangat masyhur, “in omnia paratus”.

Ungkapan ini memiliki sejarah panjang yang berakar pada bahasa dan budaya Latin kuno yang memiliki arti “siap untuk segala hal” atau “siap menghadapi apa pun”.

Bangsa Romawi, khususnya Julius Caesar, mengadopsi frasa ini agar pasukannya punya semangat untuk selalu siap bertempur dalam berbagai kondisi. Terbukti, Legiun XIII Gemina ditakuti, karena unggul dalam setiap pertempuran.

Seiring waktu, makna ungkapan ini meluas tidak hanya dalam konteks militer. Pada abad pertengahan, banyak institusi pendidikan yang mengadopsinya sebagai motto resmi, termasuk beberapa universitas terkemuka di Eropa.

Tak hanya itu, banyak tokoh inspiratif sepanjang sejarah yang telah menunjukkan sikap “in omnia paratus” dalam hidup mereka. Misalnya, Leonardo da Vinci, seniman dan ilmuwan Renaisans ini terkenal dengan keingintahuannya yang luar biasa.

Selanjutnya Marie Curie, Ilmuwan peraih Nobel, yang tidak gentar menghadapi diskriminasi gender dan terus berinovasi dalam penelitiannya tentang radioaktivitas.

Kemudian, pemimpin anti-apartheid Nelson Mandela, Elon Musk, Oprah Winfrey, Mahatma Gandhi, aktivis pendidikan termuda peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, hingga Fisikawan terkenal Stephen Hawking.

Tokoh-tokoh ini menunjukkan bahwa sikap in omnia paratus dapat membawa seseorang mencapai hal-hal luar biasa. Mereka tidak hanya siap menghadapi tantangan, tapi juga aktif mencari peluang untuk membuat perubahan positif di dunia.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Embun Pagi HMR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *