INSPIRASI JUMAT: Sabar & Syukur

SUKA DUKA itu Sunnatullah, siapapun manusia, bahkan sampai seorang nabi pun, ada saatnya suka, senang, gembira, bahagia, serta ada saatnya berduka, dan susah. 

Yang penting bagi seorang yang beriman (mukmin) adalah, bagaimana suka duka itu dikelola sehingga semuanya tetap menjadi kebaikan baginya. Saat suka; bersyukur, dan saat duka; bersabar. Jangan sampai saat suka jadi takabur, dan saat duka jadi putus asa bahkan menyalahkan Allah.

Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam (SAW). bersabda:

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.”

Imam Ibnul Qayyim berkata: “(Hadits di atas menunjukkan bahwa) tingkatan-tingkatan iman seluruhnya  (berkisar) antara sabar dan syukur.”

Adapun, rukun sabar ada tiga yaitu: menahan diri dari sikap murka terhadap segala ketentuan Allah, menahan lisan dari keluh kesah, dan menahan anggota badan dari perbuatan yang dilarang (Allah), seperti menampar wajah (ketika terjadi musibah), merobek pakaian, memotong rambut dan sebagainya.

Rukun syukur juga ada tiga: mengakui dalam hati bahwa semua nikmat itu dari Allah Ta’ala,
menyebut-nyebut semua nikmat tersebut secara lahir (dengan memuji Allah dan memperlihatkan bekas-bekas nikmat tersebut dalm rangkan mensyukurinya), serta menggunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhai Allah.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
______
Referensi:

> muslim .or .id

> HSR Muslim (no. 2999).

> Dinukil oleh imam Ibnul Qayyim dalam kitab “Uddatush shaabiriin” (hal. 88).

> Kitab “Thariiqul hijratain” (hal. 399).

> Dinukil dari kitab “Bahjatunnaazhiriin” (1/82-83).

> Keterangan imam Ibnul Qayyim dalam kitab “al-Waabilish shayyib” (hal. 11).

BACA JUGA:  Saatnya Kepri Berjaya & Merata: Bersama Kita Jaga Suara Rudi-Rafiq dari Kecurangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *