DUNIA mengenal Nelson Mandela, sebagai pemimpin transformatif. Ia mampu mengubah musuh menjadi rekan melalui visi rekonsiliasi. Begitu juga Steve Jobs, yang terkenal dengan “think different” yang sangat kuat.
Sejak pertama kali diperkenalkan oleh James MacGregor Burns (1978), dan dikembangkan lebih lanjut oleh Bernard M. Bass, kepemimpinan transformatif menjadi pendekatan kepemimpinan paling berpengaruh dalam psikologi organisasi modern.
Sebab, seorang pemimpin hadir menginspirasi, memotivasi, dan mengubah pengikutnya agar melampaui kepentingan pribadi mereka demi mencapai tujuan bersama yang lebih tinggi.
Berbeda dengan kepemimpinan transaksional –yang lebih berbasis reward-punishment, kepemimpinan transformatif tidak hanya mengelola, juga mentransformasi orang-orang di sekitarnya, baik secara sikap, motivasi, maupun kemampuan.
Karena itu, konsep kepemimpinan seperti ini dinilai lebih visioner dan manusiawi dibandingkan kepemimpinan otoriter atau model lepas tangan (laissez-faire).
Dampak psikologis pada tim pun akan baik. Sebab, bawahan merasa diterima dan dihargai, meski punya pandangan berbeda, bahkan menentang. Budaya “yes-man” juga akan sirna, karena anggota tim menjadi lebih transformatif. Karena pemimpin kuat, dikelilingi orang-orang kompeten yang berani berbeda.
Bagaimana menurut Anda? (riza)
_____
FOTO Ilustrasi: AI generated Wali Kota Batam DR Amsakar Achmad. Dalam memimpin, ia selalu mendorong agar jajarannya selalu think different.
INSPIRASI PAGI: Transformatif






