SUATU HARI di tahun 1955, Norma Jean Baker, naik kereta bawah tanah. Hingga kemudian dia mengibaskan rambut, tertawa dan berpose. Ajaib! Seolah waktu berhenti. Semua mata memandang. Mereka baru sadar ada bintang besar di tengah-tengah mereka. “Marilyn Monroe!” teriaknya.
Kisah ini ada dalam buku “The Charisma Myth”, karya Olivia Fox Cabane. Kenapa ada orang yang seolah-olah punya magnet? Kehadirannya selalu ditunggu-tunggu, menyedot perhatian dan bikin orang lain nyaman?
Dari buku ini terungkap bahwa sebenernya ini bukan bawaan lahir ya, tapi skill yang bisa dilatih sama semua orang. Artinya, semua orang, bukan hanya pemimpin, bisa jadi karismatik. Tak peduli apa pekerjaan, banyak harta, dan status sosial.
Menurut, peneliti di University of Toronto: Karisma adalah gabungan dari keramahan: mudah didekati dan menyenangkan, serta pengaruh: kemampuan kepemimpinan dan kekuatan kehadiran. Pilarnya ada tiga, yakni:
Kehadiran (presence): fokus dan benar-benar hadir secara mental saat berinteraksi dengan orang lain.
Kekuatan (power): kemampuan dan persepsi bahwa Anda memiliki dampak atau kendali atas lingkungan sekitar.
Kehangatan (warmth): niat baik yang dipancarkan sehingga orang lain merasa dihargai dan diterima.
Dari semua penjelasan ini, tampak bahwa karisma adalah skill agar kita bisa dengan mudah disukai dan dipercaya. Juga bisa membantu dalam presentasi, membangun networking dan relationship. Jika dibutuhkan tekan on, jika tidak, tinggal di-off-kan. Persis saklar lampu.
Bagaimana menurut Anda? (riza)
INSPIRASI PAGI: The Charisma Myth






