INSPIRASI PAGI: Sayangi Anak Kita

SUARA Wali Kota Batam DR H Amsakar Achmad, bergetar air matanya luruh.  “Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras perbuatan yang dilakukan terhadap anak ini. Tindakan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.”

Keprihatinan mendalam ini Amsakar ucapkan, saat menjenguk dan membantu RAL (9) –gadis kecil korban penganiayaan yang diduga dilakukan ibu tirinya– saat menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Senin (22/6/2026).

Tidak ada kekerasan yang lebih besar daripada merampas mimpi anak-anak. Karena, anak adalah masa depan umat manusia. Mereka berhak atas kebebasan, martabat, dan masa depan yang aman. Melindungi mereka adalah tanggung jawab moral tertinggi.

Semangat inilah yang melatarbelakangi Kailash Satyarthi (India/penerima Nobel Perdamaian 2014), saat menyelamatkan ribuan anak dari perbudakan. Demikian juga Nelson Mandela, yang mendirikan Children’s Fund untuk membantu anak-anak korban apartheid, AIDS, kemiskinan, dan kekerasan dalam keluarga.

Di Indonesia, ada Kak Seto (Seto Mulyadi), yang puluhan tahun menjadi suara anak Indonesia. Menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan, dan eksploitasi.

Dari tokoh-tokoh di atas kita ambil pelajaran bahwa seorang pemimpin atau manusia biasa, dapat menjadi pahlawan ketika ia berani bertindak: mengubah empati menjadi aksi konkret, meski nyawa taruhannya!

Anak harus dilindungi dengan cinta, bukan kekerasan, dan setiap orang dewasa adalah “pagar”-nya. Ingat, setiap anak yang diselamatkan adalah satu masa depan yang cerah bagi umat manusia.

Bagaimana menurut Anda? (riza)

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Bentuk Ideal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *