BATAMCENTRE, KataBatam- Pelebaran jalan yang dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam, untuk meningkatan kinerja jalan sehingga dapat mengakomodir mobilitas dan aksesibilitas kendaraan dalam jangka waktu panjang.
“Agar dapat mempertahankan kinerjannya, kemampuan jalan dalam melayani mobilitas kendaraan dan lalu lintas harus selalu dipantau,” kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait, Senin (20/3/2023).
Menurut Tuty, sapaannya, kapasitas jalan kita harus cukup melayani pengguna jalan, baik kendaraan berat bagi industri dan masyarakat. Sehingga jalan harus dikondisikan agar nyaman bagi pemakai jalan,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk dapat mengatasi hal tersebut, Kepala BP Batam H Muhammad Rudi (HMR), jauh-jauh hari telah memikirkan upaya rehabilitasi atau peningkatan pelayanan ruas-ruas jalan di Batam.
Misalnya, pekerjaan pelebaran jalan koridor utama dari arah dan ke Bandara Internasional Hang Nadim yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan.
“Sebelumnya estimasi empat sampai lima lajur masing-masing. Namun dengan pertimbangan proyeksi Batam ke depan, jalan akan dibuat enam lajur,” jelas Tuty.
Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan pembangunan yang ada harus berwawasan lingkungan. Sehingga ditargetkan Kota Batam dapat terus berkembang secara infrastruktur sebagai Kota Baru yang modern, tapi tetap hijau dan asri.
𝗦𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝟭𝟮 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗝𝗮𝘁𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀
Saat ditanya perihal perkembangan pohon jati emas, ia mengatakan bahwa pelebaran jalan tidak akan menghambat program penghijauan Batam dengan penanaman pohon jati emas yang telah dimuali sejak akhir November 2022.
“Program penghijauan kami pastikan tidak akan terganggu. Untuk mereduksi risiko kerusakan, pohon akan dipindah pada titik yang sesuai. Bahkan untuk mengantisipasi apabila terdapat kerusakan pada proses pengerjaan jalan, kami sudah siapkan 12 ribu pohon jati emas yang sehat yang saat ini direhab di Temiang yang siap dipindahkan,” ujarnya.
Untuk itu Tuty mengapresiasi kepada perusahaan yang terlibat dalam pengadaan pohon jati emas ini. Pihaknya memastikan BP Batam akan bertanggungjawab sebagai komitmen terhadap penghijauan Kota Batam.
“Para pengusaha yg telah berpartisipasi dalam program ini tidak perlu khawatir, BP batam akan bertanggung jawab agar pohon jati emas dapat terus tumbuh dengan baik,” pungkasnya.
Hal ini diperkuat Kasubdit Pembangunan Fasilitas Wisata dan Lingkungan Hidup Wulung Dahana mengatakan, bahwa sebanyak 12 ribu pohon jati emas telah direhabilitasi di Seitemiang dan tumbuh subur.
“BP Batam telah menyiapkan 12 ribu pohon jati emas yang baru, yang telah direhabilitasi di Temiang. Tinggal menunggu waktu yang tepat. Semua yang ada di sana tumbuh dengan sangat baik,” kata Wulung.
Hal ini sejalan dengan visi BP Batam yang telah dicanangkan bahwa Kota Batam dikembangkan menjadi daerah investasi yang semakin maju, modern dan berwawasan lingkungan.
𝗞𝗲𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗿𝗮𝗳𝗳𝗶𝗰 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟴
Sementara itu, Direktur Infrastruktur Kawasan Ponco Subekti mengatakan pelebaran jalan hingga enam lajur memang diperlukan, seiring kebutuhan layanan traffic jalan di Batam hingga 2028 yang diproyeksikan akan mengalami peningkatan.
Menurutnya, dengan adanya peningkatan pelayanan dan traffic di Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Batu Ampar diperlukan kapasitas hingga 6 lajur pada ruas Jaringan Jalan Primer di Batam guna menjaga tingkat pelayanan jalan / Level of Service A.
“Dalam rencana awal jumlah lajur cepat sebanyak lima lajur, tapi mengingat kondisi dengan traffic forecast di Hang Nadim dan Pelabuhan Batuampar perlu disiapkan ruang untuk pelebaran lajur cepat menjadi 6 lajur,” jelas Ponco yang baru saja dilantik.
Ia mengatakan bahwa peningkatan dan penambahan prasarana jalan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan arus lalu-lintas yang semakin meningkat.
“Semakin baik prasarana jalan diharapkan distribusi barang ataupun jasa dapat berjalan dengan baik. Perbaikan kondisi ini, pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” terangnya. (ski)
