NAGOYA, KataBatam- Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), berterima kasih kepada seluruh dokter hewan di Batam yang ikut andil menjaga kesehatan masyarakat.
Apresiasi Wali Kota Batam HMR ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yusfa Hendri, saat membuka Musyawarah Cabang Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kepulauan Riau, di Four Points Hotel, Nagoya, Minggu (11/12/2022) pagi.
“Motto dokter hewan adalah ‘manusya mriga satwa sewaka’, bahwa salah satu peran dokter hewan adalah menjamin kesehatan manusia melalui kesehatan hewan agar tidak terjangkit atau terserang penyakit, utamanya penyakit yang dapat menular ke manusia,” jelasnya.
Dari sini Yusfa menghubungkan dengan data WHO atau Badan Kesehatan Dunia, yang merilis: 75 persen Penyakit Infeksi Emerging (PIE) merupakan zoonosis atau ditularkan dari hewan. Seperti rabies anjing gila, antraks, penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lain-lain.
Maka untuk mengurangi zoonosis, dokter hewan harus mampu menjaga kesehatan ternak, uji kelaikan pangan dari bahan hewani, dan lain lain.
“Melalui kinerja yang baik dari dokter hewan ini, Batam bebas dari berbagai penyakit menular yang disebabkan dari hewan. Contoh, hingga saat ini Batam bebas (zero) penyakit mulut dan kuku, yang mewabah di daerah lain,” jelas Yusfa yang disambut tepuk tangan.
Selanjutnya Yusfa menyampaikan, sebagaimana pesan Wali Kota Batam HMR, PDHI harus menunjukkan eksistensi dengan intens menjalin komunikasi dengan pemerintah, menyusun program kerja yang mandiri terhadap organisasi maupun finasial.
“Yang penting harus meningkatkan kompetensi organisasi dan kompetensi individual, bersifat kritis dengan dasar ilmu pengetahuan, kreatif dan berkreasi, dan harus komunikatif dan berkolaboratif,’’ pungkasnya. (ski)






