Hari Batik Nasional & Perjuangan Marlin Membuat Batik Batam Berwibawa

HARI INI, Sabtu (2/10/2021), diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Hari ini dirayakan sebagai bentuk penghargaan 12 tahun ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO.

Di Batam sendiri, juga ada batik khasnya. Misal batik marlin. Bahkan, jauh sebelumnya sudah ada 10 motif batik asal Batam yang telah dipatenkan.

Masing-masing: Awan Larat, Bunga Sakat Mayang Terurai, Bunga Sakat Dara Merajok, Siput Gonggong Kuntum Berendam dan Siput Gonggong Bunga Semayang.

Kemudian motif Rajung bersusun, Bunga Kundur Awan Menjulang, Bunga Hutan, Perio Kere Sulor Bekait dan Kasih Bersambut.

Berbicara tentang perkembangan batik di Batam, tak lepas dari kiprah Hj Marlin Agustina, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau.

Di awal menjabat sebagai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin banyak membuat gebrakan supaya batik Batam mampu berbicara di pentas nasional.

BACA JUGA:  Kabar Gembira, Pemko Batam Usulkan 2.386 Calon ASN untuk Formasi Tahun 2024

Semula Marlin memberdayakan ibu-ibu rumah tangga, menciptakan home industry kerajinan dan desain. Hingga akhirnya tumbuh 270 UMKM.

Selain perajin dan desainer, lewat bendera Dekranasda Kota Batam, Marlin menggelar event spektakuler. Salah satunya ajang Batam Batik Fashion Week (BBFW).

Melalui pergelaran ini, kita mengenalkan batik ke masyarakat umum, melalui roadshow mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan-kecamatan, hingga tingkat Kota.

Tidak berhenti di Kota Batam, juga mengenalkan batik Batam sampai ke kabupaten/kota lain di Provinsi Kepulauan Riau.

Batik Batam juga ditampilkan acara-acara berskala nasional, bahkan ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Yang menarik dari BBFW adalah, acara tersebut melibatkan para milenial, mulai dari desainer hingga model yang memeragakan warna-warni batik Batam di atas catwalk BBFW 2020.

BACA JUGA:  Serunya Dies Natalis Ke-30 Unrika, Ribuan Masyarakat Jalan Sehat Bersama Jefridin

Hasilnya, ia membuat batik yang selama ini hanya familiar di kalangan orang tua, bisa diterima di kalangan anak milenial hingga generasi di bawahnya lagi.

Karena ditangani anak-anak muda, maka desainnya pun sangat atraktif, kreatif sesuai trend saat ini. Namun tetap membumi.

Salah satu ikon motif batik Batam ini adalah ikan marlin, yang banyak ditemui di perairan Kepri.

Hingga kini, beberapa motif batik Batam sudah didaftarkan hak atas kekayaan intelektual, termasuk batik marlin.

Kemasyhuran kualitas produk binaan Dekranasda Kota Batam sudah dikenal hingga ke rantau orang

Oleh karena itu, hingga saat ini, tim Dekranasda Batam juga terus memberikan pelatihan tak hanya kepada masyarakat di Kota Batam, juga Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun.

BACA JUGA:  Kompak! HMR dan Marlin Olahraga Bersama Ribuan Warga, Rayakan Hari Bhayangkara

Bahkan Dekranasda juga membina perajin dari kaum disabilitas.

Terkait soal pemasaran, dalam mengembangkan batik Batam ini, Marlin menggandeng pihak kampus, agar bisa tercipta ide akademik untuk menerobos pasar, khususnya pasar digital.

Selain itu juga menggandeng perusahaan dan perbankan. Seperti dari Bank Mandiri, Bank Indonesia, Bank Riau Kepri, dan banyak lainnya.

Sehingga Tanggungjawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari berbagai bank dimanfaatkan untuk pengembangan batik Batam.

Banyak lagi keberhasilan demi keberhasilan yang diraih. Yang semula dibangun pelan, lama-lama menapaki tangga menuju puncak.

Selamat Hari Batik Nasional. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *