I N S I G H T

SAAT PERTAMA kali datang ke New York dan ingin merintis karier aktingnya, kondisi Sylvester Stallone sangat. Dia bahkan harus mencuri perhiasan istrinya agar bisa bertahan hidup.

Keadaan semakin buruk hingga dia diusir dari apartemennya karena tak bisa membayar sewa maupun membeli makanan. Akibatnya, dia harus hidup sebagai gelandangan selama beberapa hari di terminal bus New York.

Sementara demi mencukupi kebutuhan hidupnya, sepanjang 1970-1974, Sly melakukan segala macam pekerjaan. Mulai membersihkan kandang singa di Kebun Binatang Central Park, menjaga bioskop, hingga terpaksa menerima peran figuran di film biru dan beberapa film kecil lainnya.

Hingga kemudian Sly menyaksikan acara tinju Muhammad Ali di televisi. Saat itulah dia mendapat inspirasi yang dia tulis dalam skenario tentang seorang preman bernama Rocky Balboa yang berjuang menjadi petinju profesional.

BACA JUGA:  HJB Ke-194 Teguhkan Komitmen BP Batam Majukan Ekonomi, Kerek Realisasi Investasi

Skenarionya ini akhirnya dibeli dua produser Irwin Winkler dan Robert Chartoff, dan menjadikan Sly sebagai pemeran utama.

Film pertamanya berjudul Rocky yang dirilis pada tahun 1976 sukses secara komersial. Bahkan, film tersebut mendapat 10 nominasi Oscar, termasuk untuk kategori Best Actor, Director, dan Picture. Film ini menjadi box office dan berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$177 juta.

Sekarang, siapa yang tak kenal si bintang “Rambo” ini? “Hidup bukan tentang seberapa keras pukulan yang bisa Anda berikan. Ini tentang berapa banyak yang dapat Anda ambil, dan masih terus bergerak maju,” jelasnya suatu ketika. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *