TAK ADA salahnya main media sosial. Tapi hati-hati, jangan sampai terobsesi ingin pengakuan orang lain, sehingga tanpa sadar merasa lebih hebat, kaya, pintar, dan seterusnya. Kalau sudah begini bisa jadi Anda terjangkit megalomania.
Megalomania atau penyakit kepribadian narsisistik merupakan salah satu masalah mental yang menyebabkan seseorang sangat memusatkan perhatian pada diri sendiri. Merasa diri spesial, bahkan jadi “pusat alam semesta”.
Seseorang yang mengalami megalomania biasa disebut dengan megalomaniak. Pada tingkat pertama, penderita mulai merasa ingin tampak dibanding orang lain dan menunjukkan kepribadian mereka yang menginginkan penghormatan atau pengakuan.
Tingkat kedua: dia mulai menampakkan perkembangan penyakit dan menunjukkan gejala yang lebih jelas untuk dihargai dan dihormati orang lain. Sehingga umumnya gampang tersinggung, marah (cranky), dengan hal sepele sekalipun.
Tingkat ketiga: Kondisi megalomania yang dialami seseorang semakin serius baik secara fisik dan mental. Lebih lanjut, percobaan bunuh diri bisa terjadi dan mungkin berkembangnya demensia.
Agar tak terjerumus pada penyakit mental tersebut, mungkin pesan filsuf Socrates ini bisa jadi perenungan.
“Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap.” ***






