I N S I G H T

DI COPENHAGEN DENMARK, ada Menneskebiblioteket atau The Human Library alias Perpustakaan Manusia.

Ini adalah satu-satunya perpustakaan di dunia yang menghadirkan “buku hidup” melalui obrolan tatap muka.

Di sini kita bisa “meminjam” orang dan bisa mendengarkan kisahnya selama 30 menit. Tujuannya untuk melawan prasangka.

Orang-orang yang dihadirkan di perpustakaan ini adalah orang-orang yang dalam hidupnya sudah banyak mengalami diskriminasi, pengucilan sosial, prasangka buruk, maupun stigma.

Di antaranya “memiliki judul” para tunawisma, pengangguran, pengungsi, pasien bipolar, transgender, orang kulit hitam, dan masih banyak lainnya.

The Human Library didirikan oleh Ronni Abergel bersama saudaranya Dany dan dua temannya, Asma Mouna serta Christoffer Erichsen pada tahun 2000.

BACA JUGA:  Buka Bersama Dipadati Warga, Amsakar Serahkan Santunan untuk Seribu Anak Yatim

Tujuan dari The Human Library agar masyarakat bisa menyimak lebih banyak perjuangan hidup seseorang dan menyingkirkan label-label yang melekat pada si pembawa kisah. Kini sudah ada 90 The Human Library yang berdiri di seluruh dunia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *