BANYAK orang menemukan ide kreatif, ketika sedang rileks, misalnya saat mandi (berendam), rebahan, bahkan saat duduk di kloset. Inilah yang disebut fase relaksasi.
Hal ini juga dialami para ilmuwan hingga musisi dunia, sehingga menelurkan terobosan dan karya baru yang mengubah dunia.
Seperti Archimedes. 2250 tahun silam, saat berendam di bak mandi la mengamati bahwa semakin tubuhnya tenggelam ke dalam bak, semakin banyak air yang tumpah. Momen ini menjadi inspirasi dari pengem bangan prinsip Archimedes
Demikian juga Albert Einstein, yang menyebut terobosan datang tiba-tiba pada suatu hari saat ia mengistirahatkan diri dan pikirannya
mengembara. Ini menjadi momen lahirnya teori relativitas umum.
Ada juga Isaac Newton, yang melihat sebuah
apel yang jatuh ke tanah saat bersantai di rumah keluarganya di Lincolnshire. Momen ini menginspirasi pengembangan teori gravitasi.
Juga Paul McCartney, yang mendapatkan melodi saat bangun tidur di pagi hari. Melodi itu kini kita kenal dalam lagu “Yesterday” milik The Beatles yang laris sepanjang masa.
Apa yang melatarbelakangi momen semcam ini? Menurut John Kounios, profesor psikologi dari Drexel University yang telah meneliti cara kerja otak sejak 2004, orang harus didorong untuk menikmati waktu santai untuk mendapat
kan momen kreatif.
Dengan memahami cara kerja otak tersebut, fase relaksasi menjadi sangat penting. Tak ayal, momen santai, seperti mandi air hangat, menjadi jeda yang dibutuhkan otak untuk
menembakkan banyak ide kreatif dan insight. ***
Dilengkapi sumber: Harian kompas
