MAU TAHU orang yang sedang merindu dan dimabuk cinta? Ia akan terus mencoba terhubung dengan yang dirindu dan dicintainya.
Gambaran ini tampak dalam diri Rabiah Al-Adawiyah kini dikenang sebagai pemikir dan penyair Islam wanita yang masyhur. Ia dikenal sebagai ‘ibu dari para Sufi’.
Ajaran Rabiah tentang tasawuf berpengaruh besar pada perkembangan sufisme di dunia. Ajaran dan syair-syair cintanya disebut mempengaruhi tokoh-tokoh besar seperti Al-Ghazali dan Jalaluddin Rumi.
Suatu hari Rabiah pernah ditanya, kapan seorang hamba bisa dikatakan ridha atas ketentuan Allah? Rabiah menjawab “Ketika musibah membuatnya bahagia, sebagaimana kebahagiannya ketika mendapatkan nikmat”
Ia pun pernah menggambarkan rasa cintanya pada Allah dengan sebuah kalimat manis, “Apakah dengan api aku harus membakar hati ini yang mencintai-Mu?”
Hingga akhir hayatnya, Rabiah tak memutuskan untuk menikah. Diriwayatkan, ia menerima banyak lamaran menikah tapi tak satupun ia terima, meski lamaran tersebut datang dari para pemikir Islam.
Rabiah takut, dengan menikah, cintanya pada Allah akan terbagi. Betapa cintanya pada Allah tak ingin ia sandingkan dengan apapun di dunia.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






