INSPIRASI JUMAT: Manusia-manusia Wajib

KEHADIRANNYA DIRINDUKAN: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, menyerahkan bantuan kepada lanjut usia. Kehadirannya selalu memberi manfaat bagi sesama.

SEJAK beberapa waktu lalu di kalangan para cendekiawan Muslim sudah lama beredar pendapat tentang taksonomi, atau pembagian karakter manusia menjadi 5 (lima) golongan.

Pertama: manusia wajib, yaitu manusia yang kehadirannya dirindukan karena selalu bisa menyelesaikan persoalan, dan perginya membatalkan persoalan.

Kedua manusia sunnah, yang kehadirannya memudahkan persoalan dan perginya menyulitkan persoalan.

Ketiga manusia mubah, yaitu yang kehadirannya maupun kepergiannya tidak berarti apa-apa, kemudian keempat manusia makruh yaitu manusia yang kehadirannya merepotkan dan kepergiannya disenangi.

Terakhir, kelima adalah manusia haram, yang kehadirannya membuat kehancuran dan kepergiannya menjadikan kedamaian.

Dari kelima penggolongan ini, ada di manakah posisi Anda? Mungkin kalau menjadi “manusia wajib” itu berat, sekurang kurangnya sunnah.

Berusahalah jangan jadi manusia mubah atau makruh, apalagi manusia haram. Tiap hari selalu nyinyir, nyindir-nyindir menebar kebencian di dunia maya dan dunia nyata. Kerjanya hanya bikin gaduh dan hancur tatanan masyarakat saja.

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Baca juga: INSPIRASI PAGI: Halal Bihalal (1)

Exit mobile version