SELAMA ini kita sering mendengar kalimat, “Saya memaafkan, tapi bukan berarti melupakan”. Bahasa kerennya, forgive but not forget!
Sepintas narasi ini seperti tidak tulus dalam memaafkan. Bahkan masih menyimpan dendam. Padahal jika dikaji lebih dalam, ada semacam pesan yang bagus di sana.
“Memaafkan, tapi bukan berarti melupakan”, bisa dimaknai agar kita selalu ingat betapa sakitnya menerima perbuatan buruk dari orang lain. Maka, janganlah kita berbuat hal serupa.
Ibarat paku yang dihujamkan ke pohon, begitu juga dampak perbuatan buruk kita kepada orang lain. Mungkin kita bisa mencabut “paku” itu dengan kata maaf, tapi lukanya tetap saja akan menganga dan meninggalkan bekas abadi.
Ingatlah, trust punya dua dimensi: kompetensi dan integritas. Manusia bisa saja memaafkan kekeliruan dari kompetensi, tapi kesalahan integritas sangat sulit dipulihkan.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Emotional Sponge
