KAMIS manis ini, kita bahas satu di antara beberapa pesan moral novel fiksi karya Paulo Coelho, “Sang Alkemis” yang pertama kali diterbitkan di Brazil pada tahun 1988. Pesan ini tentang cinta, berbeda tapi tetap satu.
Alkisah, Santiago yang digambarkan dalam novel ini yang mana ia dilahirkan dan dibesarkan secara Katolik, menaruh hatinya pada seorang Muslimah dari padang pasir, bernama Fatimah.
Meski berbeda dalam segala hal, tapi keduanya tidak lagi memerlukan serangkaian kata dalam bahasa manusia untuk mendeskripsikan semuanya. Mereka hanya perlu untuk saling menatap, kemudian merasakan apa yang ada di dalam benaknya masing-masing.
Inilah yang disinggung pada novel ini sebagai bahasa universal, yaitu bahasa tanpa gramatik yang dapat menjabarkan berbagai perasaan yang tidak mampu dijelaskan menggunakan sebuah kata.
Kekuatan bahasa itulah yang bisa menembus hingga ke hati terdalam dan melepaskan berbagai batas geografi, berbagai tembok suku bangsa dan identitas, serta perbedaan warna kulit. Itu semua menjadi satu kesatuan yang utuh; sama.
“Aku mencintaimu karena segenap alam semesta bersatu membantuku menemukanmu,” tulisnya.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
____
Source: diperkaya Gramedia com
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Makna Pertemuan
